Minggu, 03 Februari 2019

Story AVZANETRA

 Prolog
AVZANETRA. Sebuah nama yang begitu singkat namun mengandung makna yang begitu indah. Kita disatukan dalam persahabatan, persaudaraan dan kekuatan. AVZANETRA nama yang mengandung arti do’a untuk kita semua, kita diajarkan untuk bersabar dalam menghadapi masalah apapun dan berani dalam melakukan sesuatu dan siap untuk tampil dalam perlombaan apapun, kita bangga mempunyai teman yang memiliki bakat masing-masing, karena pepatah berkata “Kekurangan sahabat mu adalah kekurangan mu dan kelebihan sahabat mu adalah kelebihan mu juga.”. AVZANETRA kuat! Kita bisa menunjukan kalau kita bisa, dan walaupun begitu banyak yang menghina, menjelek-jelekan, munuduh, dan membenci AVZANETRA tapi kita semua mampu menghadapi itu semua karena kita semua adalah KITA. Siapa pun yang membenci AVZANETRA itu berarti mereka telah membenci kita, AVZANETRA adalah Kita!!!
AVZANETRA mempunyai jalan kehidupan yang berliku-liku namun, kita yakin Semua akan indah pada waktunya. Begitu banyak AVZANETRA harus kehilangan teman-teman nya, namun hal itu tidak membuat kita bisa melupakannya karena dia telah menjadi warna dalam AVZANETRA dan siapa pun yang pernah bergabung dengan AVZANETRA itu artinya dia adalah anggota AVZANETRA walaupun itu hanya sebentar, dan begitu banyak dari anak pindahan yang bergabung dengan AVZANETRA dia merasa senang karena bisa menjadi anggota AVZANETRA karena menurut dia “Saya merasakan warna-warni kehidupan dalam menuntut ilmu bersama AVZANETRA.”
AVZANETRA adalah kami: Liza Aprilliani{Zaun}, Siti Ma’ani{Nionk}, Khaerunnisa{ Amira},Halimatul Munawaroh{Limin}, Nurul Intan{Gangga}, Siti Rosilah{Rossi} Rosita{Inunk}, Nur Lisa Halizah {Nca}, Shalsa Billa Sarda{Sarden}, Mutiara Hikmah{De-dhel}, Siti Nur Kholisah{Jurig}, Anjilita Fetrisa{Anjeli}, Mauwaizil Usfuriyah{Obot}, Putri Aulia{Nyak}, Rina Febriyanti{Beo}, Dan Sadam Syahril Romli{Katom}, Ikhwanuddin Hutasuhud{Thile}, M. Ilham Irsyad{ Joker}, M. Zihad Al-Fiansyah, Al-Fazari, Umar Al-Faruq{Ncu}, Abdul Rohim Al-Fahmi{Famoy}, Naufal Akbar{Opank}, Muhamad Rifki{Pitak}, dan Muhammad Fikry{Jabal}.
Dan begitu pun kami bagian dari AVZANETRA: Dian Racma Kartika, Dini Kuswidiani, Dini Saputra, Kania Putri, Farhah, Syifa Fauziyah, Erna Wati. Dan Ade Santuri, Abdul Majid, Muhammad Ian, Ahmad Syaikhzamari, Ilhamuddin, Ilham Mahmudin{Kuyoy}, Ilham Aditiyas{Uu}, Al-Firmansyah, Imam, Farhan Maulana, Fijri, Angga, Ikhsan, Maulana{Moa},Wahyu pujianto{Qidoy} dan Aldi Al-Firmansyah{Peri Gigi}.
DEIZA of sucses: Muhammad Rivo Sulfa, Ahmad Al-Gifari, Mijmalil Arifin, Farhan Maulana. Dan Siti Maysaroh, Siti Maemunah, Putri Rahayu, Wulan Permata Sari, Nur Raihani, Murni Nur Aliyah, Melvy Rizki Ananda, Ani Handayani, Dea Amaliyah, Hani Fitriyani.

AVZANETRA FAMILY






Thank To 
From AVZANETRA...
-Thank To Allah yang maha pemurah yang telah mempermudah kami untuk membuat buku Diary AVZANETRA ini dan semoga buku ini menjadi buku yang bermanfaat bagi semuanya.
-Thank To Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayah Al-Mumtazah yang telah memberikan kami nasehat dan mengajarkan kami ilmu, dan membimbing kami menjadi anak yang cerdas dan pintar semoga apa yang telah antum ajarankan kepada kami menjadi bermanfaat.
-Thank To para Ustdzah yang telah mengajarkan kami menjadi anak yang baik dan memberikan kami ilmu yang kami tidak tau menjadi tau, dan terima kasih atas kesabaran antum sekalian dalam mendidik kami dan maaf atas tingkah laku kami yang kurang berkenan dihati antum sekalian.
-Thank To para Ust yang telah bersedia memberikan sedikit ilmunya untuk kami semua sehingga kami bisa tau mana yang salah dan mana yang benar, dan maafkan kami jika sifat dan tingkah laku kami yang kurang sopan dan pernah membuat sakit hati kalian semua.
- Thank To para Muallim/ Muallimah ISMAM 14-18 yang telah membimbing kami dan yang telah mendidik kami semua, kalian pula yang selalu memberi kami pelajaran yang berharga.
-Thank To para kakak kelas kami yang telah memberi kami semangat dan selalu memberi kami motivasi untuk selalu sabar dalam menghadapi sesuatu masalah apapun di Pesantren.
-Dan terakhir kami ucapkan kepada keluarga besar Pondok Pesantren Al-Hidayah Al-Mumtazah semuanya ^,^

“Perkenalan”
Awal masuk sekolah yaitu pada hari senin 17 Januari 2014, Sebuah Pesantren yang bernama AL-Hidayah Al-Mumtazah yang memiliki 3 Komponen yaitu 1.Tahfidz 2.Bahasa{Arab dan Inggris} 3.Kitab Tauros. Komponen itu yang membuat orang tua berkeinginan untuk memasukan anak-anak nya ke Pesantren Al-Hidayah Al-Mumtazah ini, begitu besar keinginan orang tua yang berharap anak-anak nya bisa menguasai 3 komponen tersebut, begitu banyak santri baru yang mendaftar pada tahun 2014 itu, orang tua dan anak berbondong-bondong mendatangi SAS{Sistem Administrasi Santri} dan adapun yang mendatangi rumah pimpinan untuk memperkenalkan anak nya yang ingin masuk ke Pesantren. Sehingga pada tahun ajaran 2014 ini mendapatkan begitu banyak santri baru yang masuk, waktu itu Amira masuk kelas 1 Muallimin dengan jumlah 54 murid dan saat itu kelas satu lah yang mendapatkan murid terbanyak. Dan ketika Ust Rafly masuk ke kelas 1 beliau bertanya kepada kami “Siapa wali kelas kalian?” ketika itu juga beliau memberi tau jika beliau lah yang menjadi wali kelas 1, beliau adalah wali kelas yang baik dan perhatian.
“Karena ini hari pertama masuk kelas, saya ingin kalian perkenalkan nama kalian satu persatu.” Pinta Ust Rafly
Kami pun berkenalan satu persatu nama kami, namun sayang jumlah murid kelas 1 terlalu banyak sehingga sulit untuk mengingat nama kita, tapi seiring berjalannya waktu kita bisa berkenalan dan berteman dengan baik.
“Kalian kelas berapa?” Tanya salah satu Ust yang berpenampilan rapih dan terlihat galak.
“Kelas 1” Jawab kami kompak.
Kemudian beliau masuk dan membuka pelajaran dan ternyata beliau adalah Ust Ainul Yakin Guru yang terkenal dengan cuek namun sedikit keren. Beliau adalah guru pelajaran Ipa.
“Siapa ketua kelas nya?” Tanya Ust Ainul sambil mengangkat satu alis nya.
“Dian Rachma Kartika.”Jawab sebagian dari kami.
Ketika itu juga beliau memanggil ketua kelas untuk menulis dipapan tulis, Dian adalah santri lama yang masuk nya dari SD sehingga ketika lulus SD. Dia masuk SMP bareng dengan kami, jadi tidak salah kita memilih Dian untuk menjadi ketua kelas karena menurut anak cowok dia adalah anak yang pintar dan yang paling tua dari kita. He...He...He... Memang benar sih Dia lahir 26 Desember 2001 sedangkan yang lain 2002 jadi beda satu tahun kan?
Ketika itu Ust Ainul bertanya pada kami tentang nama kelas, namun kami menjawab dengan gelengan kepala karena kelas kami memang belum mempunyai nama, dan akhirnya beliau memberikan nama untuk kelas kami yaitu AVZANETRA. Nama yang singkat namun makna nya begitu banyak. Dan makna dari nama tersebut menjadi doa untuk kami semua.
“AVZANETRA?” Tanya salah satu anak cowok sambil menerka-nerka.
“Waw... Nama yang bagus.”
“Iya sudah itu saja namanya.”
“Artinya panjang banget yak?” Cetus anak cowok
“Iya kan arti dari nama itu akan menjadi doa buat kalian.” Jawab Ust Ainul saat mendengar perkataan anak cowok, sambil tersenyum simpul.
Ketika itu kami langsung mencatat nama baru kelas kami yang jatuh pada tanggal 15 Januari 2014, yang diberikan oleh Ust Ma’ruf yang lewat perantara Ust Ainul Yaqin.
“Nanti kalian beri tau kepada wali kelas kalian, ya sudah Assalamualaikum.”
“Wa’alaikum salam warohmatullahi wabaratuh.” Jawab kami dengan semangat, kami merasa senang mempunyai nama kelas, dan ternyata kami salah menilai Ust Ainul bukanlah Ust yang galak akan tetapi beliau Ust yang baik walaupun sedikit cuek.

“Kelas Kami Banjir”
Pesantren Al-Hidayah Al-Mumtazah, mempunyai bangunan yang cukup bersejarah, dan Pesantren ini juga baru berkembang sehingga tahun demi tahun Pesantren ATAZ memiliki banyak bangunan baru, dan mendapatkan banyak perubahan, kami yang sudah 1 tahun diPesantren merasakan perubahan Pesantren kami sendiri, mulai dari tempat wudhu, kamar baru, halaman, dan masjid. Semua itu berjalan dengan lancar bangunan demi bangunan tumbuh dengan cepat.
Jegerrrr....
Suara geledeg mengagetkan kami semua, memang sejak pagi hari langit terlihat mendung dan akhirnya hujan turun dengan sangat deras, suasana kelas menjadi ramai melihat petir dan geledeg yang menyambar. Namun Ust Rafly berusaha menenangkan kami untuk bersikap biasa saja, pintu dan jendela dibiarkan ditutup, Ust Rafly pun membiarkan kami untuk mengafal Muthola’ah, satu persatu dari kami maju dan menyetorkan hafalan kami kepada beliau, setelah pelajaran usai Ust Rafly pun keluar dari kelas. Kami semua kaget melihat air masuk kedalam kelas kami.
“Hey, kelas kita banjir...” Teriak Moa
“Yahh kelas kita banjir nih.”
Semua anak cowok pun memutuskan untuk keluar sedang kan anak cewek berusaha menahan air yang masuk karena hujan yang belum juga reda.
“Anak cowok bantuin kita nih,”
“Iya anak cowok angkatin bangku dulu.” Omel anak cewek.
Disaat begini anak cowok malah bermain dan duduk manis, namun tidak ada yang berani memarahi anak cowok kecuali Dian dan Liza, semua nya memang berani tapi omongan mereka tidak mungkin didengarkan oleh anak cowok. Jadi hanya Liza dan Dian yang mengomel.
“Sini kita bantuin kalian.” Ucap Iwan yang langsung menyerong air keluar.
“Gitu dong, dari tadi nih air gak habis-habis.” Ucap Ani dan Rosilah
“Moa...Maulana... Bantuin Gw nih.”
Akhirnya Maulana {Moa} menghampiri sumber suara tersebut.
“Ayo anak cewek bangun, gw mau ngangkatin bangku nih.”
“Ya sudah angkatin nih, nanti anak yang cewek yang ngepel.”
Suasana pun menjadi rame, anak-anak pun tak bisa dikendalikan oleh ketua kelasnya, dan pada akhirnya terjadilah keributan.
“Sudah apa jangan egois!”
“Sini, ane aja yang ngepel.”
“Hey, jangan berisik! Nanti diomelin.” Ucap Anis
“Assalamualaikum,”Ucap Kakak kelas sebelah
“Waalaikumsalam.” Jawab kami kompak.
“Maaf yah, jangan berisik beres-beresnya, disamping lagi belajar.” Pinta nya dengan wajah yang tidak menyenangkan. Lalu kembali pergi.
“Tuhkan dengarin tuh.”
“Udah, jangan berisik. Nanti diomelin lagi.”
AVZANETRA memang terkenal dengan kelas yang berisik, dan anak-anak yang genit dengan anak cowok oleh kelas yang lain.
“Ya sudah yang tidak mau beres-beres ke atas, tapi pelajaran ke 5 turun lagi ya.” Dian pun angkat suara mendengar keributan teman-temannya.
Akhirnya anak cowok pun memutuskan untuk menunggu di bawah karena kelas sedang di pel oleh anak cewek, dan sebagian dari anak cewek pun memilih untuk tidur dilantai atas yaitu lantai 3. 5 anak cewek mulai mengepel saat hujan reda.

“AVZANETRA Berkurang”
Tidak terasa kami sudah 1 tahun tinggal di Pesantren, namun saat ini kami sedang merasa kehilangan anggota AVZANETRA, kami sedih karena kami tidak bisa bercanda dan bersama-sama lagi. Kami dipisahkan oleh temen-teman kami sendiri, satu persatu anggota AVZANETRA pergi. Ian, Maulana, Imam, Ikhsan, Iman, Abad, Ajid, Ade dan Dini mereka pergi satu persatu meninggalkan AVZANETRA. Namun kami selalu berdoa untuk mereka semua agar bisa memilih jalan yang terbaik.
“Ustadzah, Iman pindah kemana?” Tanya kami kepada Ustadzah Liana.
“Mmm, Ustadzah kurang tau nama apa tapi Iman sekolah diluar.” Jawab Ustadzah Liana, yang katanya saudara dengan Iman.
“Yahh...” Kami sedih mendengar kabar Iman yang sekolah diluar namun kami harap itu adalah yang terbaik untuknya.
“Eh, si Bunga sama si shalsa nangis tuh.”
“Hmm, jangan menangisi kepergian teman kalian lebih baik kalian berdoa buat mereka agar diberikan jalan yang lurus dan semoga pilihan mereka menjadi yang terbaik.” Ustadzah Liana mulai memberi kami kekuatan untuk bertahan.
Memang benar apa yang dikatakan beliau tapi, kami merasa sepi dan kangen akan canda tawa mereka semua, apalagi sikap mereka yang konyol sehingga membuat kami selalu tertawa. Saat pelajaran Ustadzah Anggi kami pun bernyayi untuk teman-teman AVZANETRA yang telah memilih jalannya.
Satu persatu teman kita gugur demi kita
Namun, semua tak pernah
Lagu itu membuat air mata kami tumpah, waktu telah diputar kembali, kenangan lama kembali muncul dipikiran kami, anak-anak yang nakal dan malas seperti Moa telah pindah, dan anak-anak yang konyol dan lucu pula telah memilih jalannya, AVZANETRA yang dulunya berjumlah 57 kini menjadi 32, begitu banyak anggota AVZANETRA yang pergi, tapi kami bersyukur seiiring berjalannya waktu kami bisa bersatu, kami bersahabat dengan semuanya, anak cowok pun selalu menghibur anak cewek kalau sedang sedih. Tapi hanya satu yang tidak berubah kelas kami masih selalu berisik.
Tok...Tok...Tok...
Suara ketukan dari samping terdengar kembali, saat kami sedang asik-asiknya menyanyi teguran itu datang lagi, seperti biasa kami selalu berisik dalam segala apapun sehingga kelas samping {Kelas 2} merasa terganggu. Bukan gara-gara berisik saja mereka juga tidak suka dengan anak cewek yang deket-deket dengan anak cowok, bahkan anak cewek AVZANETRA dikata genit dan sok cantik. 
KEESOKAN HARINYA...
“Sudah, sudah AVZANETRA bubar!” Ucap anak cowok ketika masuk kelas dengan nada suara yang meninggi.
“Hey kalau bicara yahh.”
“Lagian pada egois, sudah AVZANETRA bubar!”
Perkataan itu membuat kami berpikir bahwa kami masih seperti anak-anak, dan kenakalan kami pun semakin menjadi, apalagi kami masih egois satu sama lain. Namun disisi lain kita tidak ingin AVZANETRA bubar! Mengingat banyak anak cowok serang yang semuanya pindah. Dan disaat anak cewek masuk kelas, kami kaget melihat tulisan dan kami sedih.
AVZANETRA BUBAR!!!
Tulisan itu dibuat dengan memakai sepidol, lebih parahnya lagi dia menulis di atas papan tulis kelas, sungguh kami kaget! Segitu egoiskah kelas kami sehingga membuat anak cowok berkata seperti itu. Bukan anak cowok saja sih’ yang berkata itu sebagian dari cewek pun ada yang ingin AVZANETRA bubar.
“Siapa yang nulis sih?”
“Iya kalau ada masalah bilang apa?”
“Perkataan itu doa, kenapa anak AVZANETRA berkurang itu semua karena omongan kalian sendiri.” Jika dipikir-pikir memang benar, karena arti dari bubar itu kan bercerai-berai berantakan, dan wajar gak sih anak kelas 1 SMP masih egois?
“Sudah sekarang kalian mikir deh masing-masing, jangan nurutin ego sendiri!” Perkataan demi perkataan membuat kami sadar jika kami harus bisa bersatu. “Kalian ya kalau ada teman kalian yang sedih jadilah pendengar yang baik untuknya.” Rasa tak perduli dan acuh tak acuh sesama teman memang ada, tapi jika berbicara masalah kebersamaan itulah AVZANETRA, akhirnya anak kelas pun mau berubah untuk jaga sikap dan tidak akan egois!!!

“Kenakalan Anak AVZANETRA”
Di kelas 2 Muallimin, adalah kelas yang paling bersejarah buat kami, karena begitu banyak kejadian-kejadian yang menceritakan tentang kenakalan kami, yang mana AVZANETRA telah di cap dengan anak-anak yang nakal dan susah diatur begitu pun dengan keributan yang selalu menjadi kebiasaan kami. Dan dikelas 2 ini kami pun kedatangan 4 teman baru mereka adalah Ilham Mahmudin, Wahyu Pujianto, Aldi Al-Firmansyah dan Erna Wati.
“Perkenalkan nama saya Ilham Mahmudin, saya dari Bekasi Utara pindahan dari Pesantren La Tansa Bogor, saya sering dipanggil Ilham.” Ucapnya saat memperkenalkan diri nya dengan baju yang masih hitam putih yang dimasukan, wajah nya yang polos membuat kami tertawa melihatnya.
“Lucu banget tuh cowok,”
“Kocak mukanya.”
“Awas itu udah ane temmin{Antri}.” Ucap Bunga dengan bahasanya.
“Dih siapa juga yang suka sama tuh cowok.” Timpal Tiara.
“Itulah teman-teman baru kalian, terima mereka dengan senang hati ya.” Ucap Ust Fakhruddin.
“Iya ayah, kami juga senang punya teman baru.” Ucap AVZANETRA, ayah adalah panggil kami untuk Ust Fakhruddin. Wali kelas kami kelas 2.
“Iya terima kasih.” Ucap Erna Wati
Kami kehilangan banyak anggota dikelas 1 namun, tuhan memberikan kami 4 teman baru dikelas 2 dan kami senang dengan kedatangan mereka.
“Dasar Peri gigi...”Ledek Bunga kepada Aldi.
“Bunga kalau ngomong asal kata, dia kan anak baru Bung.” Ucap Anis.
“Iya ente Bunga nanti dia gak betah aja.” Timpal Widi dengan wajahnya yang polos.
“Iya iya maaf, lagian si Aldinya juga biasa aja.” Bunga pun meminta maaf atas omongannya.
Seiring berjalanya waktu kami pun mendapatkan masalah besar, ketika anak AVZANETRA sudah dewasa dan sudah barani menjalin hubungan dengan laki-laki AVZANETRA, suatu hari saat ada guru yang tidak hadir, AVZANETRA pun bebas untuk melakukan apa saja. Namun saat itulah AVZANETRA melakukan kenakalan yang sangat keterlaluan yaitu anak cowok berbicara dengan anak cewek berdua, sebagian dari anak AVZANETRA yang menjalin hubungan dengan anak laki-laki. Masing-masing berbicara dengan pacarnya sedangkan yang lain bercanda seperti sahabat atau teman biasa.
“Hey, lagi ngapain kalian berdua-duaan?” Omel Muallimah Nily dengan suara tinggi yang membuat kami kaget.
Kami pun langsung duduk dibangku kami masing-masing, sungguh kami kaget mendengar teriakan Muallimah Nily saat itu.
“Kalau gak ada gurunya pulang!!!” Ucapnya kemudian. Dan pergi
Yang membuat anak cowok langsung pulang dengan sedikit kesal mendengar teguran Muallimah Nily.
“Hey kenapa sih, kenapa?” Tanya Ani penasaran.
“Iya ada apa sih? Kenapa Muallimah Nily marah-marah?” Tanya Anis dengan wajah khawatir, Anis takut teman-temannya kenapa-napa.
“Tadi, beliau melihat kita lagi duduk berdua-duaan kali jadi beliau marah.” Ucap Putri Aulia.
“Lagian pacaran mulu sih.” Cetus Rina.
Setelah kami pulang, Muallimah Nily pun memanggil Tiara, Liza, Dian, Shalsa, Bunga, Iiz dan Rosita. Entah apa yang para Muallimah katakan sampai membuat mereka menangis.
“Ya, Allah ane gak mau make kerudung merah.” Ucap Rosita dengan air mata yang mengalir dipipinya.
“Iya Ros, sama ane juga gak mau.” Ucap Dian. “Kaya apa tau tuh orang. Ngemm...”
“Ya Allah sabar ya kawan-kawan.” Ucap kami mencoba membuat Dian, Tiara, Liza dan Rosita diam dan merima keputusan Muallimah dengan ikhlas.
“Kan ane gak ketemuan!” Ucap salah satu dari mereka yang tidak terima.
Keesokan harinya kami harus melihat matahari dikelas, begitu banyak anak cowok yang di makhluk begitu pun dengan ceweknya yang memakai kerudung merah. Pacaran memang dilarang di Pesantren namun, rasa suka itu adalah Fitrah, kasihan sekali AVZANETRA saat itu, sungguh banyak omongan orang tentang AVZANETRA namun, itu lah kenakalan terbesar kami. Pacaran! Irsyad, Sadam, Iwan, Jabal, Kuyoy. Sungguh banyak yang tidak menyangka Sadam yang pintar pun di makhluk, begitu banyak omongan yang orang katakan tentang AVZANETRA yang nakal.
“Ku berjanji tak kan nakal lagi... kesalahan yang kedua kali...” Dian pun bernyayi saat guru tak kunjung datang.
“Assalamualaikum. Astagfirullah, kalian gak ada malunya, sudah ngelanggar masih aja nyayi-nyayi, emang kalian pikir orang tua kalian gak pusing mikirin kalian, emang kalian gak ngerasa bersalah sudah buat orang tua kalian nangis lihat kalian yang masih kecil sudah di botak, sudah makai kerudung merah? Kalian gak malu nyayi-nyayi, tawa-tawa, kaya gitu....” Tiba-tiba Ust Fakhruddin datang dan kaget malihat anaknya memakai kerudung merah dan di makhluk sedang bernyayi dan gendang-gendangan. Beliau pun kemudian marah dan memberi nasehat kepada kami.
“Kami ingin mencari hiburan Tad.” Ucap Dian dengan suara yang pelan menjawabi ucapan Ust Fakhruddin.
“Kalian bilang mencari hiburan, tobat! Kalian tuh masih pada kecil, sudah ngelanggar, malu apa.....” Lagi-lagi beliau mencoba menasehati kami, dan sedikit demi sedikit membuka hati kami untuk berfikir.
Dan selang beberapa minggu kami pun harus melihat anak cowok di makhluk, hampir semua anak cowok AVZANETRA yang di makhluk karena merokok, walaupun bergantian tapi hampir semua anak cowok kami selalu dimakhluk hanya gara-gar merokok dan keluar tanpa izin walaupun tujuan nya untuk melihat Habib tapi tetap saja peraturan tetap peraturan dan sampai bisa dihitung siapa saja yang belum pernah di makhluk  saat itu mereka adalah Faruq dan Zihad. Ya hanya dua orang saja anak cowok AVZANETRA yang belum pernah dimakhluk.
“Nanana..Nanana...Tak pernah ku rasakan...” Intro Kuyoy untuk bernyayi.
“Je, enje, enje, enje....” Ucap Jabal dan Iwan
Dung, dung, tak...{Suara gendang} Suara itu berasal dari tangal Qidoy dan Faruq.
Sedangkan Rifky dan Uu ikut bergoyang dan bergendang.
“Hey berisik banget!” Tegur Shalsa.
“Iya nanti diomelin lagi...” Ucap Liza namun, tetap saja.
“Hey hadirin harap tenang!” Jabal pun bersuara.
“Kami kan personil penyayi bend ya, kita mau ikut audisi nih, orang mah doain aja.” Ucap Kuyoy dan Iwan
“Iya...Gimana sih.” Timpal Rifky dan Qidoy.
“Aminn..” Ucap anak cewek AVZANETRA yang mendengar keingingan 7 serangkai itu.
Ketika tiba pada tanggal 15 Januari 2016 yaitu hari ulang tahun AVZANETRA yang ke 2 tahun pun kami sangat senang dan berharap kami bisa berubah untuk menjadi lebih baik lagi, kue ulang tahun AVZANETRA kini ada 3 yang 1 ditulis Selamat Ulang ke 2 Tahun ke 3 AVZANETRA. Itu adalah hari ulang tahun yang sangat menyenangkan, tidak lupa kami pun berpose dan mendukomentasikan foto-foto saat moment-moment seperti ini, ulang tahun ini menjadi hari yang menyedihkan saat mengingat banyaknya anggota AVZANETRA yang telah pindah.
Inilah hari yang mana membuat kami bisa berubah menjadi lebih dewasa lagi, namun saat kelas 3 Kuyoy yang terkenal sebagai anak yang nakal dan juga Qidoy yang terkenal sebagai anak yang diam namun nakal, kini telah pindah setelah menjalani 2 tahun bersama AVZANETRA, mereka pindah saat kelulusan SMP, kami sudah mencoba menahan tapi tetap saja tidak bisa, bukan hanya mereka saja Ari pun juga pindah dan melanjutkan sekolahnya di luar, sungguh sedih nya AVZANETRA kehilangan ketiga teman tersebut, Kuyoy, Qidoy dan Ari adalah anak yang lucu dan mereka pun sudah pernah membuat AVZANETRA bangga dengan kehadiran mereka namun setelah kelulusan SMP kami harus melepaskan mereka.
Sampai Akhirnya mereka memilih jalan yang berbeda namun, Inya Allah mereka akan menjadi anak yang sukses.

“Tour AVZANETRA”
Setelah sampai pada hari yang mana kami tunggu-tunggu yaitu tour to Cibodas, jujur saja sebenarnya kami kurang suka dengan acara tour kami yang pergi ke Cibodas, karena ada anak kelas kami yang bilang. “Yahh... Cibodas Cuma pemandangan doang.” Bukan satu orang saja yang mengucapkan itu, banyak teman kami yang sudah pernah pergi ke Cibodas, dan menurut pendapat mereka Cibodas adalah tempat yang mana hanya ada pemandangan dan air terjun saja, kalian tau setiap pelajaran Ust Muallis kami selalu membahas tour, mungkin beliau sampai capek dengan tawaran dan permintaan kami yang ingin tour ke Jogyakarta, yang mungkin sulit untuk beliau ikuti, karena dari pimpinan Pesantren tidak mengizinkan kami untuk tour jauh-jauh dan karena dana yang tidak memadai. Kami terpaksa harus ikuti apa yang diperintahkan oleh Ust Muallis karena menurut kami ‘yang penting AVZANETRA tour’ dan itu sudah lebih dari cukup, hampir 1 minggu kami membahas tentang Wisata yang bagus dan indah untuk kami bisa tour, tapi akhirnya kami tour di Cibodas. 
“Sudah dimana saja kita tour yang penting kita bisa refresing.” Ucap Rifqi.
“Dimana aja kita tour yang penting kita jalan-jalan bareng kan?” Kali ini Zihad angkat suara karena memang tujuan kita tour hanya ingin AVZANETRA jalan-jalan bareng.
“Kalo kata Ustad Mualis sih , mau ke jogja” sambut shalsa dengan suara cemprengnya...
“Iya?. Ih seru tuh.... Ayo ah ayo.. Gak sabar deh.” Ujar tiara dengan suara manjanya (alay)
Seminggu kemudian...
“Yah tad, ko jadinya ke Cibodas sih? Udah sering Tad saya ke sana!!!” Bantah Anjle tidak terima
“Udah terima aja, saya udah pesen busnya.” Jawab Ustad Mualis
“Ya Sudah sih tidak kenapa-napa yang penting mah kita jalan-jalan bareng ah” Sambut kholisah cuek
Halimah, Lisah, Intan, Rina, Putri aulia pun diam menyimak.... Sedangkan yang lain ikut menimbrung. Kelas pun menjadi berisik.
TIBA WAKTU TOUR
Yeeeeeeeeeeeeeee....... semua anak AVZANETRA pun bersorak ramai .
Masing-masing mereka membuat status OTW (On The Way) Untuk hari ini kami diizinkan untuk membawa handpone, jadi kesempatan buat kami untuk membuat status dengan ber-selvy.
Bus pun ramai dengan sorakan anak-anak yang menyanyi, gendang alat musik yang mereka bawa sambil joget ala kadar nya.
Namun tiba-tiba bus yang kita kendarai berhenti.
“Kenapa berhenti tad?” Tanya si Iwan protes
“Jalannya di tutup, jam 11 baru di buka lagi” Jawab Ustad Muallis
“Terus kita nunggu dulu gitu?” Tanya Jabal kembali
“Ya sudah sabar aja ditunggu sebentar” Jawab Ustad Muallis lalu turun ke luar bus Ditengah ributnya bus yang sedang berhenti, tiba-tiba dua orang pengamen datang.
“Maaf mengganggu waktunya teh, kita hanya ingin menghibur.” Ujar pengamen yang lebih kecil
Lalu mereka bernyanyi dengan suaranya yang merdu “ (nyanyi)”
“Ye aye aye aye aye” Ujar bunga menyambuti lagu pengamen
Lalu Bunga berbicara berbahasa sundanya dengan pengamen yg memang orang asli bogor tersebut, lalu kami (cewek doang) berfoto bersama.
Saat bus berjalan kembali semua berteriak ramai ALHAMDULILLAH... SAMPAI.
Ketika semua turun dari bus, semuanya ramai mendebatkan untuk siapa yang membawa bekal yang telah disiapkan dari pondok sebelumnya, mereka semua tidak ada yang mau membawanya.
“Yaelah, cewe udah masak, masa cowok engga mau bawa juga, gak ke pake banget si jadi cowok” Sahut Shalsa kencang di tengah keributan, dengan wajahnya yang galak.
“Weeee.. biasa aja kali Sha” Sahut Sadam dan Zihad bersamaan. Mungkin mereka tidak terima mendengar perkataan Shalsa.
Akhirnya yang bersedia membawa bekel tersebut adalah Naufal, Iwan, dan Gozi walau dengan syarat BERGANTIAN.
Gozi memang bukan anak AVZANERTA namun dia ikut karena menuhi kursi yang kosong.
Setelah semua masuk, dan kami pun berjalan menuju tempat beristirahat, begitu ramai Kota Bogor tersebut dengan makanan khas disertai para penjual yang lengkap dan banyak membuat kami bingung, ketika kami sampai di sebuah halaman yang mana terdapat pohon-pohon yang besar yang membuat halaman tersebut menjadi sejuk, dan akhirnya kami pun makan-makan bersama Umi, Ust Muallis berserta keluarga, Abi Dede berserta Aqila {Anaknya}, Ustadzah Suherna, Ustadzah Sholeha, Ustadzah Maula, Ustadzah Yuli yanti, Ustadzah Vira Dillah dan Ustadzah Maidah dan keluarga dan para Ust yang lainnya. Acara selanjutnya adalah hiburan yaitu sebuah permainan yang di dipimpin oleh Guide yang di sewa oleh Ustad Mualis beliau adalah supir bus kami yang katanya beliau guru pramuka di Sekolah Dasar. Permainan ini diikuti oleh semuanya, dan semuanya punsenang termasuk kami, dan ketawa bersama. Namun permainan tidak berlangsung lama karena kita semua langsung menuju Air Terjun yg berada cukup jauh dari tempat kami berhenti sekarang. Mereka tidak kompak karena ada saja yang jalan lebih dulu, huh dasar.
“Ya Allah sumpah, pegel banget dah” Ucap rosita kelelahan
“Iya jauh banget ya Air Terjunnya.” Seru Anis
“Eh, Pegang musik box gw nih.” Ucap Iwan sambil mengeluarkan musik box miliknya.
“Hey, foto dulu yuk, cakep nih baygrounnya.” Ucap Liza.
“Ayo Za,” Seru Anis dan Rosita sambil mengambil posisi.
Sungguh jauh sekali, perjalanan kami menuju Air Terjun yang paling tinggi, karena itu kami bersedia menaiki gunung tersebut untuk menuju Air terjun.
“Afwan, boleh saya berfoto dengan antum?” Tanya Sadam dan Zihad dengan bahasa Arabnya saat melihat orang Arab berjalan di depannya.
Akhirnya mereka pun berfoto namun, Ustadzah Yuli, Ustadzah Maula dan yang lainnya ikut berfoto bersama.
Setelah sampai di Air Terjun kami pun beristirahat sebentar sambil mendengarkan Ust Imam yang bernyayi dengan menggunakan gitarnya, namun sebagian sudah menuju Air Terjun. Dan suara adzan pun berkumandang, kami pun langsung menunaikan ibadah Sholat dzuhur bergantian dikarenakan Musholahnya yang terbuka dan kecil sehingga kami tidak bisa sholat berjama’ah.
“Putri, Ente gak basahan?” Tanya Iiz
“Gak ane, gak bawa basahan.” Jawab Putri.
“Ihhhhhhh ada orang arab!! Nebeng yuuu” Kata Shalsa girang saat berjalan menuju Air Terjun.
“Sonoh gih bilang” Sahut Lisah dengan bahasanya, sisertai wajah polosnya
“Ya kali Sah” Jawab Intan
Ditengah  jauhnya perjalanan, Intan yang memang diam-diam ngefans dengan Ustad Imam As-shodiq berbicara dengan Shalsa
“Sha sono gih foto sama ustad imam.” Ujar Intan girang dengan bahasanya.
“OKE” Jawab Shalsa semangat.
“Ustad, foto bareng yuk” Ajak Shalsa dengan hati yang berdebar-debar, sambil menghampirinya.
“Ohh, ayo ayo” Jawab Ustad Imam.
Memang inilah moment untuk kami bisa berfoto bareng,
     Di tengah lenggangnya jalan, beberapa orang pengamen datang lengkap dengan alat musik yang mereka bawa, tanpa diminta dua kali, pengamen tersebut langsung menyanyikan lagu yang di minta oleh kami... Ustad dan anak-anak yang awalnya tidur langsung bangun dan ikut berjoget, semua mengeluarkan handphone mereka untuk merekam kejadian yang terjadi, sebagai kenang-kenangan perjalanan mereka.
Lalu kami berhenti di Masjid At-Tha’aun yang terletak di BOGOR PUNCAK, untuk melaksanakan sholat ashar yang di lanjut maghrib, baru setelah itu kita kembali  ke Bus.