
Alhamdulillah, akhirnya kami bisa wisuda juga, setelah banyak sekali rintangan dan masalah yang terus berdatangan, bahkan kami hampir kehilangan 1 teman kami kami telah melakukan pelanggaran, yaitu Nur Lisa Halizah, bagi kami itu sangatlah tidak adil, karena hukuman itu datang di saat kami sedang masa NIHAIE, sungguh ujian ini adalah ujian yang terbesar bagi kami selama ini, bagaimana mungkin tidak panik? Apa yang kalian rasakan ketika kalian akan diwisuda namun, ditengah jalan teman kalian mau dikeluarkan hanya karena masalah membawa hp dan pacaran, ya itu memang pelanggaran yang berat namun, tidak ada yang peduli kepada kami? setidaknya beri dia kesempatan untuk memperbaki kesalahannya asalakan tidak dikeluarkan, dan disaat seperti itu tidak ada satu pun Ustdah yang menolong kami, atau sekadar memberi kami nasehat, tidak ada satu pun dari mereka semua! selain masalah itu, kami pun diusik oleh adek kelas kami yang sedang memimpin, kami diadu-dombakan, kami diabaikan. Mereka baru memimpin sudah melakukan kesalahan, namun dari Ustdah lainnya tidak ada penegoran atau pun peringatan, jika kami tidak melihat pun kami tidak akan tau apa yang terjadi, sudahlah intinya bagi kami anak DEIZA, kami merasa diasingkan selama ini, setiap gerak-gerik kami pasti dicurigai, itu membuat kami tidak nyaman.
Namun, dari sana kami mengambil pelajaran berharga, dan dari sana kami kuat untuk mengadapi masalah yang mungkin lebih besar lagi, kami sabar dan kami kuat, kami yakin kami bisa menghadapi semuanya selagi kami masih bersama. Alhamdulillah karena dukungan antar teman dan saling menyemangati, akhirnya kami pun mampu menyelesaikan tugas kami.
Kami sedih saat paktek mengajar kami, tidak dihadiri oleh semua murid,
