Jumat, 04 Desember 2020

Kembali Terjadi

 

Kami kembali lemah, tidak berdaya dengan keadaan dan lingkungan ini sekuat apapun kami menahannya semakin kami merasa tertekan dan lemah. Kini pada tanggal 28 November Maysaroh berhenti dari masa pengabdiannya dengan alasan dia ingin kuliyah dan alhamdulillah dia bisa di terima di salah satu universitas bernama Mitra Karya.

 Kamis sedih melihat satu persatu gugur dalam perjalanan, padahal sedikit lagi masa pengabdian kita akan berakhir tapi kenapa semuanya pada pergi? kami hanya bisa mendokan yang terbaik untuk kalian semua semoga apa yang telah kalian pilih adalah yang terbaik untuk kalian semuanya.

Rabu, 28 Oktober 2020

Semua ini Sudah Jelas

Apa ini namanya? 😬

Kawan! lihatlah! rasanya kami ingin bercerita akan hal ini kepada kalian semua.

DEIZA OF SUCCES, kelas yang selalu dikenang bahkan kami terkenal di mata semua orang, ya itu memang benar jika tidak percaya tanyakanlah pada mereka adek-adek kami! 

Merasa diperlakukan tidak adil itu wajar, dengan melihat gambar ini pun semuanya sudah jelas bukan? 😌

Kami tidak perlu bercerita, karena semuanya akan selalu membekas dalam hati kita, cukup kita yang merasakannya dan cukup kita yang saja tahu. Anggkatan yang lain mungkin pernah tapi jangan samakan dengan kita, jelas itu berbeda!

Hati kami terluka kawan 😭 😓 Bunga, Murni, Tiara, Iit, Lisa, Enjel dan yang lainnya, kami merindukan kalian untuk bergosip dan meluapkan amarahnya dengan kata-kata yang kasar namun, ujung-ujungnya kami  akan dibuat tertawa oleh candaan Bunga. 

Kami kesal, marah bahkan benci akan semua perlakuan ini, setiap masalah yang disebabkan oleh kami harus diproses dengan cepat namun, bagaimana dengan masalah yang Mba Hesti lakukan? Kami masih tidak terima! Ingat semua itu akan selalu membekas.

Sudah cukup, kami menahan emosi, sikap kami biasa kepada kalian tapi, kenangan itu tidak akan kami lupakan bahkan sampai kapanpun. Air mata penuh kesedihan selalu kami rasakan karena perlakuan ini, kami tahu kami salah, kami tahu kami selalu berbuat ulah, tapi tolong bersikaplah dengan ADIL!!!

 



 


 

 

 

 


Kami Goyah

18 Oktober 2020 

Kami bosan, kami resah, kami sadar bahwa kami salah jika harus berpendapat seperti ini namun, kami punya hak untuk menentukan, kami melihat dan kami mengamati, bahkan kami telah merasakannya, awalnya kami yakin bahwa semuanya akan berjalan dengan baik, seiring berjalannya waktu kami sadar dan lebih mengerti akan banyak hal di lingkungan kami sendiri.

Perlahan kami lemah, Rifqi keluar dimasa pengabdiannya, dengan alasan bahwa dia sudah merasa tidak cocok dan ingin membantu orangtuanya. Hal itu membuat kami kaget ya itu pasti bahkan kami bertanya 'mengapa bisa semudah itu?' baginya jika dia sudah memutuskan tidak ada yang bisa mencegahnya.

Perlahan kami goyah, Aal pun juga ikut keluar di masa pengabdiannya dengan alasan bahwa dia merasa tidak cocok dengan jalannya untuk menggapai masa depan atau impiannya yang sudah dia bangun, hal itu juga tentu saja membuat kami kaget, di saat dia sudah punya tanggungjawab dia dengan mudahnya memutuskan untuk pergi meninggalkannya, ya kami tahu dia juga punya hak atas dirinya.

Entahlah sudah dua orang teman kami yang keluar dimasa pengabdiannya, ada juga yang bertahan dengan tidak sabar menanti akan berlalunya 1 tahun. Kami sudah berpikir dewasa, kami menginginkan banyak hal yang akan digapai namun, semua itu terpendam oleh situasi dan keadaan yang mungkin belum waktunya. its okey kami akan menunggu waktunya tiba. Bismillah, kami menarik nafas dengan berat untuk memulai semuanya dengan baik. 



Jumat, 31 Juli 2020

Wisuda Angkatan VIII




Alhamdulillah, akhirnya kami bisa wisuda juga, setelah banyak sekali rintangan dan masalah yang terus berdatangan, bahkan kami hampir kehilangan 1 teman kami kami telah melakukan pelanggaran, yaitu Nur Lisa Halizah, bagi kami itu sangatlah tidak adil, karena hukuman itu datang di saat kami sedang masa NIHAIE, sungguh ujian ini adalah ujian yang terbesar bagi kami selama ini, bagaimana mungkin tidak panik? Apa yang kalian rasakan ketika kalian akan diwisuda namun, ditengah jalan teman kalian mau dikeluarkan hanya karena masalah membawa hp dan pacaran, ya itu memang pelanggaran yang berat namun, tidak ada yang peduli kepada kami? setidaknya beri dia kesempatan untuk memperbaki kesalahannya asalakan tidak dikeluarkan, dan disaat seperti itu tidak ada satu pun Ustdah yang menolong kami, atau sekadar memberi kami nasehat, tidak ada satu pun dari mereka semua! selain masalah itu, kami pun diusik oleh adek kelas kami yang sedang memimpin, kami diadu-dombakan, kami diabaikan. Mereka baru memimpin sudah melakukan kesalahan, namun dari Ustdah lainnya tidak ada penegoran atau pun peringatan, jika kami tidak melihat pun kami tidak akan tau apa yang terjadi, sudahlah intinya bagi kami anak DEIZA, kami merasa diasingkan selama ini, setiap gerak-gerik kami pasti dicurigai, itu membuat kami tidak nyaman.

Namun, dari sana kami mengambil pelajaran berharga, dan dari sana kami kuat untuk mengadapi masalah yang mungkin lebih besar lagi, kami sabar dan kami kuat, kami yakin kami bisa menghadapi semuanya selagi kami masih bersama. Alhamdulillah karena dukungan antar teman dan saling menyemangati, akhirnya kami pun mampu menyelesaikan tugas kami.

Kami sedih saat paktek mengajar kami, tidak dihadiri oleh semua murid,

Selasa, 23 Juni 2020

Member DEIZA FC

  1. Abd, Rohim Alfahmi                               Anjlita Fetrisa
  2. Ahmad Gifari                                          Ani Handayani
  3. Alfazari                                                  Halimatul Munawaroh
  4. IKhwanuddin Hutasuhud                        Dea Amaliyah
  5. Rivo Muhammad sulvan                          Hani Fitriyani
  6. Sadam Syahril Romli                               Khaerunisa
  7. Ilham Isryad                                            Liza Aprilliani
  8. Zihad Alfiansyah                                      Rosita Salman
  9. Muhammad Rifqi                                     Siti Nur Kholisah
  10. Muhammad Vikry                                    Nur Lisah Halizah
  11. Mijmalil Arifin                                          Siti Ma'ani
  12. Umar Faruq                                             Siti Rosilah
  13. Farhan Maulana                                      Siti Maysaroh
  14. Siti Maemunah                                        R. Bunga Salsabila
  15. Shalsabila Sarda                                     Putri Rahayu
  16. Putri Amalia                                            Putri Aulia
  17. Nurul Intan                                              Murni Nur Aliyah
  18. Hani Fitriyani                                           Raihani
  19. Wulan Permata Sari                                 Siti Maysaroh
  20. Mutiara Hikmah                                       Mauwaizil Usfuriyah



Kembali Melangkah

Pada tanggal 08 juni 2020, kami dikabarkan untuk kembali ke Pesantren, untuk mengikuti ujian kelulusan kami, saat itu kami sudah enggan untuk kembali, karena memang sudah waktunya kami melanjutkan perjalanan kita masing-masing, walau kami belum diwisudakan, tapi tetap saja kami adalah angkatan 2020, yang mana kini menjadi sejarah kami bahwa kami adalah angkatan terhebat. Jangan katakan bahwa kami lulus lewat jalur Corona!!! yakinlah semua akan ada hikmahnya ^.^
Kami terkejut bukan main jika kami akan melakukan praktek ngajar pada tanggal 15 juni 2020, yang mana kami belum siap, namun itu harus untuk kami lakukan. 
Awalnya kami menolak, karena kami hanya ingin diwisudakan, jujur saja kami sudah lelah, kami ingin beristirahat, namun kini kami telah ditugaskan lagi untuk melewati 2 tahap jika memang kami ingin diwisudakan, sungguh kami merasa sudah malas untuk bergerak.
Namun, salah satu dari kami menguatkan kami bahwa kami bisa melewati 2 tahap ini, yang pada akhirnya kami pun berlatih sendiri tanpa bimbingan, bahkan ketua NIHAIE, kami pun saat itu belum kembali karena masih berda dikampung halamannya, beliau tidak bisa menemani kami praktek Tadris, namun, Abi meluangkan waktunya untuk menemani kami selama 1 minggu, kami merasa deg-degan saat ditemani langsung dengan Abi, tapi seiring berjalannya waktu kami mulai terbiasa, bahkan kami sangat beruntung sekali diperlakukan dengan baik oleh Abi, kami sayang Abi sebagai mana ABi menyayangi kami dan menjaga kami. Tidak malah dong, jika kami katakan kami adalah teristimewa. 
Saat kami mulai praktek Tadris, Abi terkejut karena nilai kami bagus-bagus, begitu pun dengan kami sendiri, bangga punya teman yang hebat, walau kami berlatih sendiri tanpa bimbingan kami mampu dan kami hebat bukan? 
Saat salah satu teman kami yang hampir tidak lulus saat praktek, kami meminta tolong kepada Abi agar diluluskan, karena kami tidak bisa membiarkan salah satu teman kami tidak lulus. Akhirnya Abi pun memberi kesempatan untuknya kembali mengulang, walau hasilnya tidak sempurna namun, kami senang akhirnya kami bisa lulus semua. 
Dan pada tanggal 22 ketua NIHAIE kami yaitu Ust. Nailur Rahman kembali untuk menemani kami wisuda nanti, berbarengan dengan anak cowok memulai praktek Tadrisnya, wkwkwkwk... 
Kami menyambut kedatangan ketua NIHAIE kami dengan baik, namun dengan lucunya ketua NIHAIE kami lari saat kami meneriaki namanya. wkwkwkwk, bakal jadi kenangan tersendiri bukan?
Dan tahap selanjutnya adalah Khubatul Wada' (pidato perpisahan) yang mana kami tidak diizinkan untuk baca sebelum kami melunasi bayaran jas wisuda kami, hemm ini peraturan dari Ketua NIHAIE kami langsung yang jujur saja membuat kami keberatan, tidak bisakah diselesaikan urusan kami dulu, namun seperti biasa kami harus mengalah, karena ini semua pun demi kebaikan bersama. 

"Selagi kami melewatinya dengan bersama-sama, beban kami akan terasa ringan."

"Kami yakin bahwa kami kuat, kami bisa, dan kami hebat."

"Saling menguatkan satu sama lain, berjuang bersama demi 1 tujuan."





Kami Anggkatan Yang Kuat

19 April 2020, entahlah apakah kami harus senang apa harus sedih, tanggal yang kami tunggu-tunggu dan nanti-nanti telah tiba, namun keadaan telah berubah, semua karena lahirnya virus Corona yang tidak diduga akan datang ke Indonesia, rencana kita hancur, wisuda kita tertunda, semua yang telah kami harapkan hancur berantakan, kenapa harus kami yang mengalami kesulitan ini? akankah semuanya sudah menjadi takdir kami? Tuhan begitu banyak cobaan yang telah kami hadapi, begitu banyak masalah yang selalu menghadang kami.

Kami selalu salah dimata semua orang. 
Mereka mengadu-dombakan kami
Mereka mengusik hidup kami.
Mereka menghina kami.
Kami diasingkan, 
Gara-gara mereka, teman kami hampir dikeluarkan, saat kami akan diwisudakan.
Apa yang kau rencanakan untuk kami?
Apakah ini semua takdir kami?

Kami kuat, kami yakin kami bisa melewati semua cobaan yang kau berikan,karena kami akan bersatu menghadapi semuanya, kami kuat selagi kami bersatu. 
Karena adanya virus Corona, kami dipulangkan, wisuda kami tertunda jauh, kami sedih karena semuanya tidak sesuai apa yang kami harapkan, hampir saja kami tidak melakukan Praktek Tadris, namun, Abi dengan ketulusan hatinya memberitahu kami bahwa kami akan melakukan praktek Tadris bersama Abi sendiri, kabar itu membuat kami kaget, ada rasa males dan senang dalam diri kami masing-masing, karena tak ada persiapan apapun saat itu, kami semua mengira bahwa kami tidak akan melakukan Tadris, karena seharusnya kami sudah lulus tapi masing melakukan ujian lagi, itu membuat kami lelah, kami harus menerima bahwa kami harus kembali melewati 2 langkah lagi, 1. Tadris 2. Pidato perpisahan. Namun, kami yakin akan melewati itu semua bersama-sama. Karena dengan bersama beban itu tidak akan berat dirasakan. 

Minggu, 14 Juni 2020

MANGAT UHUYYYY

SEMANGAT GAESS... 
USAHA GA ADA YANG BERKHIANAT...
JANGAN OLENG, KITA MAMPU.
HARUS MAMPU, UNTUK PANTAS.


SEMANGAT GAESSSSSS
.
.
.
.
.
.
#TEH_HANI
#WULAN
#ROSILAH
BEST FIRST
LOVE YOU'R GAES :*

Senin, 23 Maret 2020

Program Tahfidz

Saya ingin bercerita tentang anak DEIZA pada masa Nihaie. Yang mana kami semua melewati semua rintangan dan masalah yang terus berdatangan tiada hentinya. Pada saat Tahfidz kami semua mendapatkan pujian dari sebagian Ustdzah, katanya pada ujian tahfidz anak DEIZA banyak yang telah menyelesaikan tahfidznya, berbeda dengan rombongan yang tahun lalu. Kami akui itu semua memang benar, karena entah kenapa semua itu kami berlomba-lomba dan bersaing untuk dapat menyelesaikan tahfidz tersebut, itu semua tidak lebih karena penekanan dari Ust. Nail sebagai ketua Nihai, penekanan yang kami tidak suka namun dapat membuat kami bersemangat dan berusaha. 
Usaha kami dalam menghafal banyak sekali rintangannya, dari masalah keadilan dalam memberikan nilai maupun kelelahan karena harus mengulang ketika nilai kami dibawah 3 yaitu 1-2. Namun karena usaha dan semangat kami, alhamdulillah kami, sebagian anak DEIZA dapat menyelesaikan tahfidznya. Dan sebagian yang lain harus membuat SP karena telah membuang-buang waktu yang telah diberikan, hal itu tidak kami sesali karena sebagian dari anak DEIZA sudah merasa cukup dengan hafalannya, yang tidak memungkinkan untuk menghafal surat yang sangat panjang dan ayat-ayat yang kami rasa sulit untuk dihafal.
Saat perkumpulan Ustad. Nail berkata kepada kami. "Ketika kalian telah menyelesaikan tahfidz, temui saya akan saya tes lagi hafalan kalian baru saya akan tanda tangani, untuk menghilangkan ketidakadilan terhadap kalian. Dan bagi yang belum selesai saya kasih waktu sampai tanggal 28 januari 2020, itu terakhir kalian ngumpulin bagi yang tidak selesai terpaksa harus membuat SP."
Seketika pesawat pun meroket, para wanita pun berkoar-koar, entahlah apa yang ingin mereka katakan, sehingga membuat Ustad. Nail merasa pusing sendiri harus mendengarkan yang mana terlebih dahulu.  Begitu para cowok yang hanya diam, dan pusing melihat sebagian cewek-cewek bersuara.  
Pada saat  tanggal 28 telah lewat, Ustad. Nail pun masih memberi kesempatan kepada anak DEIZA untuk dapat menyelesaikan tahfidznya, namun semua itu membuat anak cewek Deiza protes.
"Udahlah Ustad, kalau mau ngumpulin sekarang ya udah sekarang, gak usah nambah-nambah waktu gitu, lagian juga kita udah capek, hafalan kita udah mentok." 
"Berarti kalian harus bikin SP."
"Iya gak apa-apa, Ustad."
"Kaya apaan tau Ustad Nail." Ucap Ani Handay saat itu, karena geregatan dengan sikap beliau.
Terlihat wajah anak cewek yang sudah putus asa, berbeda dengan wajah cowok yang terlihat tenang namun membela anak cewek. karena kebanyakan dari anak cowok yang sudah selesai semua tahfidznya. 
Akhirnya setelah mendengar bahwa anak DEIZA sudah tidak bersekolah, Ustad. Nail pun mengatakan bahwa kami harus masuk kekelas untuk menghafal. Walau sudah jelas keputusan itu akan ditolak oleh anak DEIZA. Namun keputusan adalah keputusan yang sudah tidak bisa kami ganggu gugat. Karena sumbernya pun dari Pimpinan langsung. 
Saat itu kami meminta izin untuk memakai baju biasa yang langsung dibolehkan oleh Ustad. Nail yang terpenting kami semua tidak boleh telat. Kami masuk jam 08:05 pagi sampai jam 11:15 siang. Dan setiap harinya diabsen dan diperiksa membuat kami terpaksa harus menghafal. Namun anak cewek selalu protes karena Ustad. Nail yang tidak pernah marah terhadap anak cowok yang tidur-tiduran bahkan telat. Kami mencari tahu alasan itu sendiri, karena hanya beberapa dari cowok yang belum menyelesaikan dan kebanyakan anak cowok yang sudah menyelesaikan tahfidz. 
Sangat terkesan saat 1 minggu itu berlalu, karena sikap anak cewek yang menghafal hanya ketika mau dan ada Ustad. Nail saja. Yang lainnya kami gunakan untuk bercanda gurau dan bercerita atau menggosip. 


Sabtu, 29 Februari 2020

jangan

hei! kau tau apa itu lelah?
sungguh, ini menyakitkan..
jangan didekati,
ini menakutimu nanti.
sungguh......
bisakah kau lihat kesungguhanku ini..
untuk  kali ini saja.
Aku lelah..!!!

Senin, 17 Februari 2020

Kami Lelah

Kami telah berusaha sebaik mungkin dengan kalian, tapi kenapa kalian melakukan kami seperti ini, kalian tau kami adalah kakak kelas kalian kami adalah AVZANETRA kalian sudah kami anggap generasi kami GENCIMA! kalian tau selak-beluk kami, kalian mengerti apa yang kami rasakan selama ini, tapi kenapa kalian melakukan ini pada kami? apa salah kami sama kalian semua? Jawab kami! Kami telah memasuki program NIHAIE yang mana kami sibuk dengan tugas kami semua. Kami berdiri dibelakang kalian dan jika kalian tidak menghargai kami, kami terima dan tidak mempermasalahkan itu semua. Tapi kami sebagai yang tertua melihat sikap dan tindakan kalian yang salah apakah kami tidak boleh untuk turun tangan? Apakah kalian gak terima kami tegur? Apakah kalian merasa bahwa kami menggangu tugas kalian? Jawab Kami GENCIMA! Kami kecewa sangat kecewa dengan apa yang kalian lakukan kepada kami. Ingat baik-baik dan camkan! Kami mengumpulkan kalian karena kami perduli dengan kalian, kami perduli dengan Pesantren, kami perduli dengan santri. Kami negur kalian dengan baik-baik. Perhatikan!
"Kami ingin menanyakan seuatu hal dengan kalian, kenapa kalian tidak konsultasi dengan kami terlebih dahulu, bukannya kami tidak suka kalian konsultasi dengan Ustdzah kemarin, hanya saja kamikan pengurus ISMAM kemarin, mungkin kalian mengira bahwa kami sibuk dengan tugas kami, tapi untuk konsultasi dengan kalian kami akan meluangkan waktu kami untuk itu, tapi apa kalian setelah menjadi pengurus, kalian malah songong dan sombong, seakan-akan kalian bisa menjalankan tugas kalian sendiri tanpa konsultasi terlebih dahulu dengan kami." Ucap anak DEIZA saat memulai pembicaraan dengan anak GENCIMA
"Kami merasa kalian tidak menghargai kami, dan masalah kebersihan kami tidak pernah mendengar kalian berkeliling ke setiap kamar bahkan teriak-teriak pun jarang, dan masalah baju kita yang mungkin kurang rapi dikamar, kami berharap kalian bisa memakluminya karena kami yang telah disibukan dengan program NIHAIE." Lanjut kami memancing mereka untuk berbicara.
"Maaf ukhti, kami diperintahkan oleh mas Oval untuk tidak banyak bacot yang penting gerak! dan masalah kamar, kami merasa tidak enak dengan kalian yang masih tertidur saat kami ingin melaksanakan piket."
"Dan masalah maling, bukankah saya sudah memberitahukan bagian keamanannya untuk melakukan dengan menanyakan langsung dengan para santri, tanpa harus memanggil orang luar untuk melakukan itu semua, kalian gak berfikir bahwa dia adalah santri Hanafia yang kemungkinan besar akan mencerikan kejelekan Pesnatren kita kepada teman-temannya, dan siapakah nantinya yang akan jelek? Pikirkan baik-baik!" 
"Saya tidak nyangka dengan kalian, pikiran kalian masih bocah tapi kalian tidak konsultasi dengan kami." Serangan pertanyaan dari anak AVZANETRA tiada henti-hentinya kepada mereka.
Perkumpulan itu berlangsung dengan cukup lama, bahkan kami sempat terkejut saat salah satu dari mereka ada yang menginginkan kami untuk pindah kamar karena keberadaan kami dikamar menjadi penghalang bagi mereka. Benarkah itu semua? Katakan apakah kami penghalang bagi kalian untuk menjalankan tugas kalian? Jika iya kenapa kalian tidak pernah mengatakan itu secara langsung dengan kami, kenapa kalian hanya diam dan membicarakan itu secara diam-diam. Apakah sopan seorang adik kelas mendiamkan kakak kelasnya? 
Kami kehilangan kendali saat mereka mulai mengeluarkan kata-katanya. "Maaf sebelumnya, untuk muallimah yang ada dikamar saya, tolong jaga kamarnya dengan baik, saya mengerti kalian semua sibuk dengan tugas baru kalian tapi saya merasa sakit hati ketika teman saya sendiri kalian salahkan karena menjemurkan baju didepan kamar, sedangkan teman kalian sendiri menaruh baju dipintu lemari, apakah yang saya katakan itu benar?" Tanya Putmal kepada anak Gencima.
"Saya gak terima teman saya diperlakukan seperti itu!" Teriak Bunga dengan nada kasar
"Apakah itu benar Sarifah, Azizah dan Nur Hikmah?" Ucap kami dengan nada penekanan, lama kemudian mereka mengatakan " Iya." 
Dari perkumpulan itu seharusnya anak GENCIMA merasa bahwa kami memang harus introfeksi diri terlebih dahulu, dan kurangnya konsultasi dengan kami mereka jadi salah dalam bertindak. Dan seharusnya mereka mengerti bahwa kami PERDULI dengan mereka. Tapi apa balasan mereka kepada kami? Mereka mengadukan kami kepada MPO nya sampai dia memandang perkumpulan itu adalah salah dan semua yang anak DEIZA lakukan sampai malam itu adalah sebuah kesalahan? Tidakkah ada dari kalian yang memandang bahwa kami melakukan itu adalah sebuah keperdulian kami terhadap kepengurusan kalian? TIDAK ADAKAH SATU PUN DARI KALIAN SEMUA YANG BERPIKIR SEPERTI ITU? KATAKAN! Kami telah berusaha melindungi Pesantren kami dan menjaganya dengan baik. Sudah takdirkan anak AVZANETRA selalu disalahkan? Kami tau kami anak yang keras kepala dan nakal. TAPI APAKAH ADA KENAKALAN KAMI YANG MERUSAK PESANTREN KAMI SENDIRI? APAKAH KALIAN MENGIRA BAHWA KAMI AKAN TEGA MELAKUKAN ITU? Selama 6 tahun kami merasa bahwa anak DEIZA FC adalah anak yang telah membawa Pesantren menuju kemajuan dan berkembang, anak DEIZA FC adalah anak yang unggul dalam semua bidang, kami yang selalu membawa nama baik Pesantren dalam perlombaan, tapi tidak adakah yang menghargai perjuangan kami? APAKAH KALIAN SEMUA MENGIRA BAHWA KAMI ADALAH PERUSAK? KATAKAN! jika iya maafkan kami, karena kami sendiri pun selama ini telah berjuang untuk memperbaiki diri kami dan memajukan Pesantren kami. 



 

Pergarus

Kami merasa senang karena kami sebentar lagi akan lulus dan diwisudakan, ya walaupun tidak mudah untuk menggapai itu semua, tapi kami yakin dengan kebersamaan kami dapat melewati semua rintangan dan ujian yang akan datang, pada tanggal 10 Januari 2020 kami telah menyerahkan tugas dan amanah yang dahulu kami emban, kini kami telah melepaskan jabatan kami kepada anak Gencima, ada rasa sedih pada diri kami sendiri. waktu seakan-akan berjalan dengan cepat. sampai kami merasa bahwa kami masih menjadi ingin menjadi santri lagi, kami ingin berjuang demi kemajuan Pesantren kami lagi, ya walaupun kami tau niat kami tidak pernah dihargai oleh semua orang, karena kenakalan kami membuat pimpinan marah dan tidak percaya dengan niat kami yang ingin memajukan Pesantren. Kami berjalan dengan sendiri tanpa ada bantuan dari Ustdzah dan kakak kelas kami. Kami bertahan atas dukungan para santri saat itu. Kami DEIZA FC akan mengenang semua perjalanan kami ini selama menjadi pengurus ISMAM 19 yang kurang berhasil dalam menjalankan tugas dan amanah kami. Ya walaupun kami telah berusaha untuk bangkit dan bertahan demi rintangan dan omongan yang selalu kami terima dalam menjalankan amanah pengurus