# KISAH KU
Perkenalkan nama saya Khoirunnisa semua teman-teman ku memanggil ku Meher karena aku suka film Baalveer, Anis, Amira. itu adalah sebuah panggilan yang mereka berikan, namun kedua orang tua ku sering memanggil ku dengan sebutan Nisa. Aku lahir sambil menangis diatas kasur, yang bertepatan pada tanggal 22 agustus 2002, pada hari sabtu.
Aku lahir di serang Banten, aku dilahirkan dari pasangan Ali Udin dan Sukesih, aku memanggil mereka dengan sebutan bunda dan Ayah, aku sangat bahagia bisa ditakdirkan bersama mereka orang yang sangat menyayangi ku namun, bunda meninggal saat aku lulus TK (Taman Kanak-kanak).
Bunda meninggal saat melahirkan anak kedua yaitu adik ku, katanya bunda ku mengalami pendarahan yang cukup parah sehingga bunda harus mengeluarkan darah yang banyak saat melahirkan, aku sangat sedih ketika itu karena aku mengerti bahwa aku tidak akan punya bunda lagi, dan bunda akan pergi selama-lamanya walaupun banyak yang bilang bunda itu hanya pergi sebentar dan akan kembali. "Nisa, jangan nangis! bunda kamu akan kembali." Ucapnya seraya menenangkan ku, "Iya... Nisa kan masih punya ayah dan ibu," (ibu adalah panggilan ku untuk nenek). Ucap seseorang yang aku lupa siapa yang bicara saat itu namun, aku tetap menangis karena melihat bunda ditutupi, dengan kain berwarna putih di bagian wajahnya dan tubuhnya ditutupi dengan kain batik sampai kakinya tidak terlihat, saat itu aku belum mengerti namun, semenjak aku ditinggal bunda aku dan adik ku Atir tinggal bersama ibu dan kekek ku dan yang lainnya, saat itu aku sering menangis dan memanggil bunda, aku sering ingat dan merasa kangen kepada bunda dan aku ingin bersamanya kembali karena aku iri melihat semua orang yang sedang bersama kedua orang tuanya. Sejak kepergian bunda ayah tidak lagi tidur bersama ku dirumah, dan aku kaget ketika mendengar ayah akan menikah lagi, aku belum siap untuk menerima kenyataan itu bahwa aku akan mempunyai
ibu tiri tapi, apa yang harus aku lakukan? aku tidak bisa mencegah ayah yang ingin menikah dan aku juga merasa "Mungkin ayah butuh pendamping," Ucap ku dalam hati, aku menangis pada ibu aku cerita kepadanya jika aku merindukan ayah dan bunda.
6 Tahun kemudian Atir tumbuh besar, aku pun lulus dari SD dan ingin pergi ke Pesantren saat itu aku ingin tinggal di Pesantren karena aku ingin memperdalam ilmu agama ku, semua keluarga pun mendukung ku termasuk ayah dan ibu, saat itu aku sempat ragu untuk meninggalkan ibu yang sakit-sakitan tapi, ibu bilang, "Pikirkanlah masa depan mu, kamu harus bisa sukses walau pun tanpa orang tua." Ucap ibu yang dimaksud "tanpa orang tua" itu aku yang ditinggal bunda dan tidak tinggal bersama ayah dan ibu tiri ku.
aku pun diantar dengan ayah dan ibu tiri ku, saat aku berpamitan ibu mencium ku sambil menasehati ku, ketika itu aku berjanji pada diriku sendiri untuk bisa menjadi anak yang sukses agar bunda yang ada di alam sana dan ibu dan kakek ku yang sudah merawat ku sampai aku besar, bisa tersenyum atas keberhasilan ku.
Ketika sampai di Pesantren yang terletak di kota Bekasi, aku melihat papan Pesantren yang namanya Al-Hidayah Al-Mumtazah. Aku cukup senang bisa tinggal di Pesantren karena menurutku di Pesantren aku bisa belajar dengan sungguh-sungguh dan aku bisa belajar mandiri.
1 Tahun aku di Pesantren ibu ku meninggal, aku sangat kehilangan orang yang aku sayang, orang yang selalu menasehati ku, orang yang selalu memberi ku semangat, orang yang selalu mendengarkan cerita ku, ibu adalah segala-galanya untuk ku.
Aku sangat berterima kasih kepadanya karena ibu aku bisa seperti ini, aku selalu belajar dari ibu yang selalu sabar menghadapi ku ketika aku marah-marah, ibulah yang sudah mengajarkan ku arti kesabaran. Thank for you IBU.
# PERKENALAN
Keesokan harinya, aku masuk ke kelas baru ku yaitu 1 Mu'allimin, yang dimana saat itu acara perkenalan satu kelas, karena kami adalah anak baru yang belum para guru kenal dengan namanya saat itu, aku mulai tau semua nama-nama teman baru ku dari anak cewek maupun anak cowok nya.
Kami maju satu persatu untuk berkenalan saat itu aku mengenal sosok laki-laki yang
Bernama Sadam Syahril Romli, aku lihat dia adalah sosok anak yang alim, dia adalah laki-laki pintar berbicara Bahasa. Arab, dia juga laki-laki yang pencemburu, banyak omong, banyak tingkah, menyebalkan, dan mudah marah.
Yang kedua adalah Ikhwanuddin Hutasuhud anak pisang batu, dia adalah laki-laki yang mempunyai kulit putih alami, dia laki-laki yang cerewet, dia laki-laki yang keras kepala, dia laki-laki yang baik dan berteman dengan siapa saja.
Yang ketiga adalah Putri Aulia anak tambun baru, dia adalah anak yang pintar, baik, dan jenius.
Yang ke empat adalah Shalsa Bila sarda adalah anak Tanah Tinggi, dia adalah anak yang baik, bisa diajak cerita, ngeselin dan berteman dengan siapa saja.
Yang ke lima Halimatul munawaroh adalah anak bekasi, dia anak yang lumayan pintar, baik, namun, terkadang mengesalkan. Dan masih banyak lagi.
Saat itu aku selalu memperhatikan teman-teman kelas ku karena aku ingin tau bagaimana sih sifat dan karakter mereka, dan saat itu kelas kami selalu mendapatkan masalah mulai dari anak yang berpacaran, kelas yang suka berisik, kelas yang selalu bikin guru kesal, kelas yang suka berantem dan lain-lain. Aku merasa aku mendapatkan kelas yang mempunyai banyak karakter yang masing-masing mempunyai bakat tersendiri, itu menurutku namun fakta nya kelas kami selalu menang dalam berbagai perlombaan, secara individu maupun secara sosial. itulah kelas ku.
Waktu itu yang menjadi ketua kelasnya adalah Dian Rahma wati dia adalah anak lama yang tinggal di Pesantren namun ia sekelas dengan ku, dia cewek yang pintar dan namun ia cewek yang tidak suka diatur bisa disebut Keras Kepala. Wakil kelasnya yaitu Ikhwannudin Hutasuhud dia adalah cowok yang saat itu menjadi incaran cewek, menurut ku sih dia orangnya biasa tapi, mengapa anak cewek pada menyukai nya dan dia adalah cowok yang playboy, dan dia adalah cowok yang berkulit putih dibanding dengan anak laki-laki yang lainnya, mungkin itu yang membuat anak cewek menyukainya.
Dan pada saat itu aku menjadi seksi kebersihan dengan siapa ya... aku lupa siapa teman ku, saat itu aku merasa banyak anak cewek berpacaran dengan anak cowok sekelas, saat itulah kelas ku menjadi omongan orang.
Bulan demi bulan kita lewati bersama, ketika ulangan, ketika kelas banjir, ketika kelas ulang tahun, ketika anak kelas mulai berkurang. Ketika kami kelas 1 Muallimin anak kelas kami satu persatu menghilang, saat itu kami merasa kehilangan.
Mereka inilah anak-anak yang pindah:
-Abdul Majid, Ade Santuri, Muhammad Imam, Angga, Ikhsan, Maulana, Iman, Farhan maulana, Abad, Fijri, Ilham, farhah, dan Dini, Dian, Ari, Ilham mahmudi, Umair ibrahim, Ian, Qidoy, Erna, dan Aldi.
Begitu banyak kami kehilangan teman kelas kami namun, kami merasa satu persatu pergi selalu ada pengganti mereka, dulu jumblah anak AVZANETRA 57 sekarang menjadi 26.
Kami berharap Kami tidak akan lagi kehilangan dan tidak akan ada lagi yang pindah atau pun berhenti ditengah jalan.
Satu kata mengandung banyak makna dan cerita. DEIZA adalah nama kelas kita sekarang kawan.
Jumat, 30 Maret 2018
Minggu, 25 Maret 2018
Tour To Cibodas
Pada tanggal 10 september 2017 tepatnya pada hari minggu, telah tiba waktu yang ditunggu-tunggu yaitu Tour Cibodas, itu adalah tour anak avzanetra dan kelas 6 aliyah, hari penantian kita terlunasi waktu yang kami telah tunggu telah tiba, setelah shalat subuh kita bersiap-siap karena sebelum kami berangkat kita berkemas merapihkan barang-barang dan bekal nanti disana, kita semua bergegas untuk menuju bus yang telah menunggu kita didepan super indo (nama sebuah market),
Kita memerlukan 1 menit untuk sampai kesana, karena jarak bus terlalu jauh dengan pesantren kita.
Setibanya kita disana para ust langsung menyuruh kita untuk masuk ke dalam bus,"Silahkan kalian masuk dan cari nama kalian yang sudah menggunakan nomor."Ucap Ust. Nail mempersilahkan.
Kami pun langsung masuk dan mencari nama kami sendiri yang telah ditempel ditempat duduk kita masing-masing.
Tiba-tiba ketua kelas Avzanetra yaitu Irsyad berkata, "Ya Allah duit ane ketinggalan lagi di lemari! eh, wan temenin ane ngambil duit dilemari yuk?" Ajak irsyad pada teman teman duduk nya ikhwan.
"Awang ah, ane capek syad, dari rumah belum tidur, baru tidur cuma sebentar!!!" tolak ikhwan dengan pelan, iya memang waktu itu ikhwan habis pulang dan langsung ikut dengan kami tour.
Irsyad yang mengerti dengan keadaan ikhwan akhirnya Irsyad pun pergi sendiri ketika itu pimpinan Pesantren memasuki bus dan berpesan pada kami semua yang telah menduduki tempatnya masing-masing, "Harap diam sebentar! bagi kalian yang mengikuti tour, abi harap kalian bisa menjaga nama baik pondok dan maaf jika abi tidak bisa mendampingi kalian, karena abi akan menjaga santri yang lainnya dan selamat jalan buat kalian, sebelum berangkat ust Muallis akan memimpin kalian baca doa." Ucap Abi, setelah itu dilanjut oleh ust muallis sebelum beliau memimpin doa, beliau mengabsen anak-anak yang ikut, "irsyad" tanya ust muallis kemudian, "lagi ngambil uang ust..."teriak ikhwan dari tempat duduknya,"itu dia Irsyad" ucap sebagian yang melihat Irsyad datang.
Setelah di absen, ust muallis pun membacakan doa yang diikuti oleh kami, setelah doa selesai kami mobil pun melaju dengan pelan dan saat itulah kebahagian anak Avzanetra rasakan, saat bulan demi bulan kami menantinya akhirnya tiba hari yang istimewa untuk kami semua. Selama di perjalanan kami mendengarkan musik atau pun sholawat yang diputar oleh pak supir yang baik dan pengertian itu, kami sempat mengalami kemacetan ditengah jalan yang membuat sebagian dari kami melihat diluar jendela dan sebagiannya lagi mereka sibuk dengan HP nya masing-masing, saat bus sampai di pergunungan kami bisa melihat indahnya alam, itulah yang kami rasakan saat itu, dan kami juga bisa mengenal besarnya ciptaan Allah dengan melihat pergunungan dan banyak nya tumbuhan yang mengelilingi disisi jalan.
Setelah sampai, kami semua bergegas turun dari bus dan berjalan menuju tempat wisata Cibodas, sesampai disana kami langsung makan bersama dan sebagian berfoto-foto karena menurut ku Ciodas mempunyai pemandangan yang indah untuk kami berfoto-foto disana, dan setelah makan kami semua berkumpul karena kami akan bermain game yang diberikan oleh pak supir, katanya pak supir pernah menjadi guru pramuka, kami pun membuat lingkaran besar, saat itulah kenangan dan kesenangan yang kami rasakan, tawa dan canda kami lakukan bersama.
Setelah game selesai, kami pun pergi menuju Air terjun cibodas yang letaknya jauh dan kami harus berjalan diatas gunung. Setelah sampai kami pun mengambil air wudhu karena waktu dzuhur telah tiba, namun ada sebagian yang langsung pergi menuju air terjun cibodas.
Di sana aku merasa bahagia sangat bahagia, aku melihat ada kebahagian di wajah para teman-teman ku, aku juga merasa ada keperdulian sesama teman, dan aku juga merasa ada kebebasan diantara kami semua. Aku, Ikhwan, Salsa, Lisa, dan Ust Munir kami semua berdiri di bawah air terjun yang deras, kami mengadakan lomba siapa yang bisa bertahan lama di bawah air terjun dialah pemenangnya, saat itu Salsa dan Aku keluar duluan, aku dan Salsa merasa sakit dan kedinginan dilanjutkan oleh Lisa, dan bertahan.
Hari pun sudah semakin sore, dan akhirnya kami pun bergegas untuk pulang.
"Eh, cepat kita akan pulang." Teriak salah satu anak cewek Avza.
Sebagian dari kami pun meninggalkan air terjun, dan sebagian nya lagi masih bermain dengan air terjun.
Setelah selesai mandi kami pun kembali menaiki bukit atau pun gunung, yang sangat tinggi dan lumayan jauh jaraknya dengan bus kami.
Setibanya kita disana para ust langsung menyuruh kita untuk masuk ke dalam bus,"Silahkan kalian masuk dan cari nama kalian yang sudah menggunakan nomor."Ucap Ust. Nail mempersilahkan.
Kami pun langsung masuk dan mencari nama kami sendiri yang telah ditempel ditempat duduk kita masing-masing.
Tiba-tiba ketua kelas Avzanetra yaitu Irsyad berkata, "Ya Allah duit ane ketinggalan lagi di lemari! eh, wan temenin ane ngambil duit dilemari yuk?" Ajak irsyad pada teman teman duduk nya ikhwan.
"Awang ah, ane capek syad, dari rumah belum tidur, baru tidur cuma sebentar!!!" tolak ikhwan dengan pelan, iya memang waktu itu ikhwan habis pulang dan langsung ikut dengan kami tour.
Irsyad yang mengerti dengan keadaan ikhwan akhirnya Irsyad pun pergi sendiri ketika itu pimpinan Pesantren memasuki bus dan berpesan pada kami semua yang telah menduduki tempatnya masing-masing, "Harap diam sebentar! bagi kalian yang mengikuti tour, abi harap kalian bisa menjaga nama baik pondok dan maaf jika abi tidak bisa mendampingi kalian, karena abi akan menjaga santri yang lainnya dan selamat jalan buat kalian, sebelum berangkat ust Muallis akan memimpin kalian baca doa." Ucap Abi, setelah itu dilanjut oleh ust muallis sebelum beliau memimpin doa, beliau mengabsen anak-anak yang ikut, "irsyad" tanya ust muallis kemudian, "lagi ngambil uang ust..."teriak ikhwan dari tempat duduknya,"itu dia Irsyad" ucap sebagian yang melihat Irsyad datang.
Setelah di absen, ust muallis pun membacakan doa yang diikuti oleh kami, setelah doa selesai kami mobil pun melaju dengan pelan dan saat itulah kebahagian anak Avzanetra rasakan, saat bulan demi bulan kami menantinya akhirnya tiba hari yang istimewa untuk kami semua. Selama di perjalanan kami mendengarkan musik atau pun sholawat yang diputar oleh pak supir yang baik dan pengertian itu, kami sempat mengalami kemacetan ditengah jalan yang membuat sebagian dari kami melihat diluar jendela dan sebagiannya lagi mereka sibuk dengan HP nya masing-masing, saat bus sampai di pergunungan kami bisa melihat indahnya alam, itulah yang kami rasakan saat itu, dan kami juga bisa mengenal besarnya ciptaan Allah dengan melihat pergunungan dan banyak nya tumbuhan yang mengelilingi disisi jalan.
Setelah sampai, kami semua bergegas turun dari bus dan berjalan menuju tempat wisata Cibodas, sesampai disana kami langsung makan bersama dan sebagian berfoto-foto karena menurut ku Ciodas mempunyai pemandangan yang indah untuk kami berfoto-foto disana, dan setelah makan kami semua berkumpul karena kami akan bermain game yang diberikan oleh pak supir, katanya pak supir pernah menjadi guru pramuka, kami pun membuat lingkaran besar, saat itulah kenangan dan kesenangan yang kami rasakan, tawa dan canda kami lakukan bersama.
Setelah game selesai, kami pun pergi menuju Air terjun cibodas yang letaknya jauh dan kami harus berjalan diatas gunung. Setelah sampai kami pun mengambil air wudhu karena waktu dzuhur telah tiba, namun ada sebagian yang langsung pergi menuju air terjun cibodas.
Di sana aku merasa bahagia sangat bahagia, aku melihat ada kebahagian di wajah para teman-teman ku, aku juga merasa ada keperdulian sesama teman, dan aku juga merasa ada kebebasan diantara kami semua. Aku, Ikhwan, Salsa, Lisa, dan Ust Munir kami semua berdiri di bawah air terjun yang deras, kami mengadakan lomba siapa yang bisa bertahan lama di bawah air terjun dialah pemenangnya, saat itu Salsa dan Aku keluar duluan, aku dan Salsa merasa sakit dan kedinginan dilanjutkan oleh Lisa, dan bertahan.
Hari pun sudah semakin sore, dan akhirnya kami pun bergegas untuk pulang.
"Eh, cepat kita akan pulang." Teriak salah satu anak cewek Avza.
Sebagian dari kami pun meninggalkan air terjun, dan sebagian nya lagi masih bermain dengan air terjun.
Setelah selesai mandi kami pun kembali menaiki bukit atau pun gunung, yang sangat tinggi dan lumayan jauh jaraknya dengan bus kami.
Sabtu, 24 Maret 2018
Arti Sebuah Kebersamaan
Arti Sahabat adalah segalanya.
Sahabat adalah orang ketiga dari orang tua dan guru di sekolah.
Terkadang di saat kita butuh seorang sahabat,ia selalu ada buat kita.
Tidak semua sahabat kita itu saling ada buat sahabat-sahabatnya yang lain.
Terkadang dengan kesibukan mereka masing-masing mereka tidak selalu ada buat kita.
Sahabat Yang baik adalah mereka yang mengisi kekuranganmu bukan mengisi kekosonganmu(Kahlil Gibran) Seorang sahabat adalah Kado yang anda berikan kepada diri anda sendiri.
Sifat-Sifat Seorang Sahabat :
Namun, terlepas dari apapun alasan nya, tak jarang persahabatan seperti ini dinilai lain oleh masyarakat. Karena saking dekatanya dan kerap kali bertemu, tak jarang pasangan sahabat ini dikira pasangan yang tengah dimabuk asmara. Tapi bagaimana bila penilaian ini terlontar pada persahabatan di mana keduanya sudah mempunyai pacar atau pasangan hidup resmi, istri atau suami? Kalo hal ini terjadi salah2 bisa memacu konflik besar yang akan mengarah pada perceraian. Tidak ada yang bisa menyangkal, terkadang persahabatan seseorang bisa membuat iri banyak orang. Bayangkan dia sepertinya punya tempat yang akan dengan setia menjga dan menampungnya. Persahabatan itu sendiri dibangun dari saling kepercayaan yang tinggi dan saling mengerti tanpa harus dibicarakan atau diutarakan terlebih dahulu. Tak hanya itu selain menjadi tempat berkeluh kesah dan adu argumentasi, sahabat adalah orang yang bisa paling jujur di dunia untuk mengomentari segala hal tentang anda meski akan menyakitkan anda sekalipun. Namun, tampaknya persahabatan yang Anda bangun ini akan menjadi ancaman bila pacar atau pasangan resmi sahabat Anda kurang mengerti dengan bentuk persahabatan yang Anda bina. Salah2 karena Anda kerap kali meminta saran untuk segala kegiatan hidupnya, mulai karier hingga keluarganya, Anda akan dikira memasuki teritorial orang lain. Dalam arti, pasangan resmi sahabat Anda mungkin saja akan merasa menjadi orang nomor dua dalam hidup pasangannya dan tidak menerimanya. Satu hal lagi yang akan semakun membuat keadaan parah adalah bisa2 sahabat anda cenderung mengeksekusi sesuatu hal berdasarkan gagasan Anda. "Jangan2 istriku itu berselingkuh dengan sahabatnya", pikiran tersebut mungkin saja akan terlontar pada benak pasangan resmi sahabat Anda. Bila dilihat, persahabatan yang Anda bangun ini bukan waktu yang singkat. Anda sudah mengenalnya jauh hari sebelum sahabat Anda mengenal dan bahkan menikah dengan pria/wanita pujaannya. Namun itulah realitas hidup. Jalinan persahabatan yang "beda" pun sebenarnya sudah bisa ditangkap dengan kasat mata. Yakni jika seseorang "punya hati" terhadap sahabatnya maka bisa dibaca lewat gerak geriknya, cara memandang, pemilihan kata-kata bahkan kadang sikap salah tingkah, sedikit banyak menunjukkan bahwa dia berharap banyak dari sekedar persahabatan. So’ gimana cara untuk menjaga persahabatan dengan lawan jenis ini agar tidak mengarah pada perselingkuhan dan tetap bisa berlansung lama? Simak yukk ..
Dalam perjalanan menuju sukses,kita perlu sahabat yang benar-benar tulus membantu serta membimbing kita.Melalui mereka,kita akan mendapat kekuatan dan tidak mudah bimbang ketika menghadapi halangan ata musibah karena sahabat sentiasa berdiri di samping kita,Memberikan dukungan dan doa agar kita boleh melewati masa-masa sulit yang pasti akan terjadi dalam hidup kita.
Masalahnya apakah kita memiliki sahabat sejati,yang tetap berada di sisi kita saat kesulitan singgah dalam hidup kita?Pengalaman kita memperlihatkan banyak orang mengaku sahabat kita.Saat kita berada dipuncak kesuksessan dan banyak wang mereka selalu ada di sekeliling kita mendampingi kita seolah-olah bodyguard yang siap melindungi kita dari bencana.Akan tetapi ketika kita dirundung masalah yang berat dan keadaan kewangan kita buruk,mereka tidak menampakkan batang hidungnya dihubungi untuk dimintai pertolongan pun sering sulit.
|
Langganan:
Komentar (Atom)


