Rabu, 28 Oktober 2020

Semua ini Sudah Jelas

Apa ini namanya? 😬

Kawan! lihatlah! rasanya kami ingin bercerita akan hal ini kepada kalian semua.

DEIZA OF SUCCES, kelas yang selalu dikenang bahkan kami terkenal di mata semua orang, ya itu memang benar jika tidak percaya tanyakanlah pada mereka adek-adek kami! 

Merasa diperlakukan tidak adil itu wajar, dengan melihat gambar ini pun semuanya sudah jelas bukan? 😌

Kami tidak perlu bercerita, karena semuanya akan selalu membekas dalam hati kita, cukup kita yang merasakannya dan cukup kita yang saja tahu. Anggkatan yang lain mungkin pernah tapi jangan samakan dengan kita, jelas itu berbeda!

Hati kami terluka kawan 😭 😓 Bunga, Murni, Tiara, Iit, Lisa, Enjel dan yang lainnya, kami merindukan kalian untuk bergosip dan meluapkan amarahnya dengan kata-kata yang kasar namun, ujung-ujungnya kami  akan dibuat tertawa oleh candaan Bunga. 

Kami kesal, marah bahkan benci akan semua perlakuan ini, setiap masalah yang disebabkan oleh kami harus diproses dengan cepat namun, bagaimana dengan masalah yang Mba Hesti lakukan? Kami masih tidak terima! Ingat semua itu akan selalu membekas.

Sudah cukup, kami menahan emosi, sikap kami biasa kepada kalian tapi, kenangan itu tidak akan kami lupakan bahkan sampai kapanpun. Air mata penuh kesedihan selalu kami rasakan karena perlakuan ini, kami tahu kami salah, kami tahu kami selalu berbuat ulah, tapi tolong bersikaplah dengan ADIL!!!

 



 


 

 

 

 


Kami Goyah

18 Oktober 2020 

Kami bosan, kami resah, kami sadar bahwa kami salah jika harus berpendapat seperti ini namun, kami punya hak untuk menentukan, kami melihat dan kami mengamati, bahkan kami telah merasakannya, awalnya kami yakin bahwa semuanya akan berjalan dengan baik, seiring berjalannya waktu kami sadar dan lebih mengerti akan banyak hal di lingkungan kami sendiri.

Perlahan kami lemah, Rifqi keluar dimasa pengabdiannya, dengan alasan bahwa dia sudah merasa tidak cocok dan ingin membantu orangtuanya. Hal itu membuat kami kaget ya itu pasti bahkan kami bertanya 'mengapa bisa semudah itu?' baginya jika dia sudah memutuskan tidak ada yang bisa mencegahnya.

Perlahan kami goyah, Aal pun juga ikut keluar di masa pengabdiannya dengan alasan bahwa dia merasa tidak cocok dengan jalannya untuk menggapai masa depan atau impiannya yang sudah dia bangun, hal itu juga tentu saja membuat kami kaget, di saat dia sudah punya tanggungjawab dia dengan mudahnya memutuskan untuk pergi meninggalkannya, ya kami tahu dia juga punya hak atas dirinya.

Entahlah sudah dua orang teman kami yang keluar dimasa pengabdiannya, ada juga yang bertahan dengan tidak sabar menanti akan berlalunya 1 tahun. Kami sudah berpikir dewasa, kami menginginkan banyak hal yang akan digapai namun, semua itu terpendam oleh situasi dan keadaan yang mungkin belum waktunya. its okey kami akan menunggu waktunya tiba. Bismillah, kami menarik nafas dengan berat untuk memulai semuanya dengan baik.