Tampilkan postingan dengan label Diary Deiza. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diary Deiza. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Desember 2020

Kembali Terjadi

 

Kami kembali lemah, tidak berdaya dengan keadaan dan lingkungan ini sekuat apapun kami menahannya semakin kami merasa tertekan dan lemah. Kini pada tanggal 28 November Maysaroh berhenti dari masa pengabdiannya dengan alasan dia ingin kuliyah dan alhamdulillah dia bisa di terima di salah satu universitas bernama Mitra Karya.

 Kamis sedih melihat satu persatu gugur dalam perjalanan, padahal sedikit lagi masa pengabdian kita akan berakhir tapi kenapa semuanya pada pergi? kami hanya bisa mendokan yang terbaik untuk kalian semua semoga apa yang telah kalian pilih adalah yang terbaik untuk kalian semuanya.

Rabu, 28 Oktober 2020

Semua ini Sudah Jelas

Apa ini namanya? 😬

Kawan! lihatlah! rasanya kami ingin bercerita akan hal ini kepada kalian semua.

DEIZA OF SUCCES, kelas yang selalu dikenang bahkan kami terkenal di mata semua orang, ya itu memang benar jika tidak percaya tanyakanlah pada mereka adek-adek kami! 

Merasa diperlakukan tidak adil itu wajar, dengan melihat gambar ini pun semuanya sudah jelas bukan? 😌

Kami tidak perlu bercerita, karena semuanya akan selalu membekas dalam hati kita, cukup kita yang merasakannya dan cukup kita yang saja tahu. Anggkatan yang lain mungkin pernah tapi jangan samakan dengan kita, jelas itu berbeda!

Hati kami terluka kawan 😭 😓 Bunga, Murni, Tiara, Iit, Lisa, Enjel dan yang lainnya, kami merindukan kalian untuk bergosip dan meluapkan amarahnya dengan kata-kata yang kasar namun, ujung-ujungnya kami  akan dibuat tertawa oleh candaan Bunga. 

Kami kesal, marah bahkan benci akan semua perlakuan ini, setiap masalah yang disebabkan oleh kami harus diproses dengan cepat namun, bagaimana dengan masalah yang Mba Hesti lakukan? Kami masih tidak terima! Ingat semua itu akan selalu membekas.

Sudah cukup, kami menahan emosi, sikap kami biasa kepada kalian tapi, kenangan itu tidak akan kami lupakan bahkan sampai kapanpun. Air mata penuh kesedihan selalu kami rasakan karena perlakuan ini, kami tahu kami salah, kami tahu kami selalu berbuat ulah, tapi tolong bersikaplah dengan ADIL!!!

 



 


 

 

 

 


Kami Goyah

18 Oktober 2020 

Kami bosan, kami resah, kami sadar bahwa kami salah jika harus berpendapat seperti ini namun, kami punya hak untuk menentukan, kami melihat dan kami mengamati, bahkan kami telah merasakannya, awalnya kami yakin bahwa semuanya akan berjalan dengan baik, seiring berjalannya waktu kami sadar dan lebih mengerti akan banyak hal di lingkungan kami sendiri.

Perlahan kami lemah, Rifqi keluar dimasa pengabdiannya, dengan alasan bahwa dia sudah merasa tidak cocok dan ingin membantu orangtuanya. Hal itu membuat kami kaget ya itu pasti bahkan kami bertanya 'mengapa bisa semudah itu?' baginya jika dia sudah memutuskan tidak ada yang bisa mencegahnya.

Perlahan kami goyah, Aal pun juga ikut keluar di masa pengabdiannya dengan alasan bahwa dia merasa tidak cocok dengan jalannya untuk menggapai masa depan atau impiannya yang sudah dia bangun, hal itu juga tentu saja membuat kami kaget, di saat dia sudah punya tanggungjawab dia dengan mudahnya memutuskan untuk pergi meninggalkannya, ya kami tahu dia juga punya hak atas dirinya.

Entahlah sudah dua orang teman kami yang keluar dimasa pengabdiannya, ada juga yang bertahan dengan tidak sabar menanti akan berlalunya 1 tahun. Kami sudah berpikir dewasa, kami menginginkan banyak hal yang akan digapai namun, semua itu terpendam oleh situasi dan keadaan yang mungkin belum waktunya. its okey kami akan menunggu waktunya tiba. Bismillah, kami menarik nafas dengan berat untuk memulai semuanya dengan baik. 



Jumat, 31 Juli 2020

Wisuda Angkatan VIII




Alhamdulillah, akhirnya kami bisa wisuda juga, setelah banyak sekali rintangan dan masalah yang terus berdatangan, bahkan kami hampir kehilangan 1 teman kami kami telah melakukan pelanggaran, yaitu Nur Lisa Halizah, bagi kami itu sangatlah tidak adil, karena hukuman itu datang di saat kami sedang masa NIHAIE, sungguh ujian ini adalah ujian yang terbesar bagi kami selama ini, bagaimana mungkin tidak panik? Apa yang kalian rasakan ketika kalian akan diwisuda namun, ditengah jalan teman kalian mau dikeluarkan hanya karena masalah membawa hp dan pacaran, ya itu memang pelanggaran yang berat namun, tidak ada yang peduli kepada kami? setidaknya beri dia kesempatan untuk memperbaki kesalahannya asalakan tidak dikeluarkan, dan disaat seperti itu tidak ada satu pun Ustdah yang menolong kami, atau sekadar memberi kami nasehat, tidak ada satu pun dari mereka semua! selain masalah itu, kami pun diusik oleh adek kelas kami yang sedang memimpin, kami diadu-dombakan, kami diabaikan. Mereka baru memimpin sudah melakukan kesalahan, namun dari Ustdah lainnya tidak ada penegoran atau pun peringatan, jika kami tidak melihat pun kami tidak akan tau apa yang terjadi, sudahlah intinya bagi kami anak DEIZA, kami merasa diasingkan selama ini, setiap gerak-gerik kami pasti dicurigai, itu membuat kami tidak nyaman.

Namun, dari sana kami mengambil pelajaran berharga, dan dari sana kami kuat untuk mengadapi masalah yang mungkin lebih besar lagi, kami sabar dan kami kuat, kami yakin kami bisa menghadapi semuanya selagi kami masih bersama. Alhamdulillah karena dukungan antar teman dan saling menyemangati, akhirnya kami pun mampu menyelesaikan tugas kami.

Kami sedih saat paktek mengajar kami, tidak dihadiri oleh semua murid,

Selasa, 23 Juni 2020

Member DEIZA FC

  1. Abd, Rohim Alfahmi                               Anjlita Fetrisa
  2. Ahmad Gifari                                          Ani Handayani
  3. Alfazari                                                  Halimatul Munawaroh
  4. IKhwanuddin Hutasuhud                        Dea Amaliyah
  5. Rivo Muhammad sulvan                          Hani Fitriyani
  6. Sadam Syahril Romli                               Khaerunisa
  7. Ilham Isryad                                            Liza Aprilliani
  8. Zihad Alfiansyah                                      Rosita Salman
  9. Muhammad Rifqi                                     Siti Nur Kholisah
  10. Muhammad Vikry                                    Nur Lisah Halizah
  11. Mijmalil Arifin                                          Siti Ma'ani
  12. Umar Faruq                                             Siti Rosilah
  13. Farhan Maulana                                      Siti Maysaroh
  14. Siti Maemunah                                        R. Bunga Salsabila
  15. Shalsabila Sarda                                     Putri Rahayu
  16. Putri Amalia                                            Putri Aulia
  17. Nurul Intan                                              Murni Nur Aliyah
  18. Hani Fitriyani                                           Raihani
  19. Wulan Permata Sari                                 Siti Maysaroh
  20. Mutiara Hikmah                                       Mauwaizil Usfuriyah



Kembali Melangkah

Pada tanggal 08 juni 2020, kami dikabarkan untuk kembali ke Pesantren, untuk mengikuti ujian kelulusan kami, saat itu kami sudah enggan untuk kembali, karena memang sudah waktunya kami melanjutkan perjalanan kita masing-masing, walau kami belum diwisudakan, tapi tetap saja kami adalah angkatan 2020, yang mana kini menjadi sejarah kami bahwa kami adalah angkatan terhebat. Jangan katakan bahwa kami lulus lewat jalur Corona!!! yakinlah semua akan ada hikmahnya ^.^
Kami terkejut bukan main jika kami akan melakukan praktek ngajar pada tanggal 15 juni 2020, yang mana kami belum siap, namun itu harus untuk kami lakukan. 
Awalnya kami menolak, karena kami hanya ingin diwisudakan, jujur saja kami sudah lelah, kami ingin beristirahat, namun kini kami telah ditugaskan lagi untuk melewati 2 tahap jika memang kami ingin diwisudakan, sungguh kami merasa sudah malas untuk bergerak.
Namun, salah satu dari kami menguatkan kami bahwa kami bisa melewati 2 tahap ini, yang pada akhirnya kami pun berlatih sendiri tanpa bimbingan, bahkan ketua NIHAIE, kami pun saat itu belum kembali karena masih berda dikampung halamannya, beliau tidak bisa menemani kami praktek Tadris, namun, Abi meluangkan waktunya untuk menemani kami selama 1 minggu, kami merasa deg-degan saat ditemani langsung dengan Abi, tapi seiring berjalannya waktu kami mulai terbiasa, bahkan kami sangat beruntung sekali diperlakukan dengan baik oleh Abi, kami sayang Abi sebagai mana ABi menyayangi kami dan menjaga kami. Tidak malah dong, jika kami katakan kami adalah teristimewa. 
Saat kami mulai praktek Tadris, Abi terkejut karena nilai kami bagus-bagus, begitu pun dengan kami sendiri, bangga punya teman yang hebat, walau kami berlatih sendiri tanpa bimbingan kami mampu dan kami hebat bukan? 
Saat salah satu teman kami yang hampir tidak lulus saat praktek, kami meminta tolong kepada Abi agar diluluskan, karena kami tidak bisa membiarkan salah satu teman kami tidak lulus. Akhirnya Abi pun memberi kesempatan untuknya kembali mengulang, walau hasilnya tidak sempurna namun, kami senang akhirnya kami bisa lulus semua. 
Dan pada tanggal 22 ketua NIHAIE kami yaitu Ust. Nailur Rahman kembali untuk menemani kami wisuda nanti, berbarengan dengan anak cowok memulai praktek Tadrisnya, wkwkwkwk... 
Kami menyambut kedatangan ketua NIHAIE kami dengan baik, namun dengan lucunya ketua NIHAIE kami lari saat kami meneriaki namanya. wkwkwkwk, bakal jadi kenangan tersendiri bukan?
Dan tahap selanjutnya adalah Khubatul Wada' (pidato perpisahan) yang mana kami tidak diizinkan untuk baca sebelum kami melunasi bayaran jas wisuda kami, hemm ini peraturan dari Ketua NIHAIE kami langsung yang jujur saja membuat kami keberatan, tidak bisakah diselesaikan urusan kami dulu, namun seperti biasa kami harus mengalah, karena ini semua pun demi kebaikan bersama. 

"Selagi kami melewatinya dengan bersama-sama, beban kami akan terasa ringan."

"Kami yakin bahwa kami kuat, kami bisa, dan kami hebat."

"Saling menguatkan satu sama lain, berjuang bersama demi 1 tujuan."





Kami Anggkatan Yang Kuat

19 April 2020, entahlah apakah kami harus senang apa harus sedih, tanggal yang kami tunggu-tunggu dan nanti-nanti telah tiba, namun keadaan telah berubah, semua karena lahirnya virus Corona yang tidak diduga akan datang ke Indonesia, rencana kita hancur, wisuda kita tertunda, semua yang telah kami harapkan hancur berantakan, kenapa harus kami yang mengalami kesulitan ini? akankah semuanya sudah menjadi takdir kami? Tuhan begitu banyak cobaan yang telah kami hadapi, begitu banyak masalah yang selalu menghadang kami.

Kami selalu salah dimata semua orang. 
Mereka mengadu-dombakan kami
Mereka mengusik hidup kami.
Mereka menghina kami.
Kami diasingkan, 
Gara-gara mereka, teman kami hampir dikeluarkan, saat kami akan diwisudakan.
Apa yang kau rencanakan untuk kami?
Apakah ini semua takdir kami?

Kami kuat, kami yakin kami bisa melewati semua cobaan yang kau berikan,karena kami akan bersatu menghadapi semuanya, kami kuat selagi kami bersatu. 
Karena adanya virus Corona, kami dipulangkan, wisuda kami tertunda jauh, kami sedih karena semuanya tidak sesuai apa yang kami harapkan, hampir saja kami tidak melakukan Praktek Tadris, namun, Abi dengan ketulusan hatinya memberitahu kami bahwa kami akan melakukan praktek Tadris bersama Abi sendiri, kabar itu membuat kami kaget, ada rasa males dan senang dalam diri kami masing-masing, karena tak ada persiapan apapun saat itu, kami semua mengira bahwa kami tidak akan melakukan Tadris, karena seharusnya kami sudah lulus tapi masing melakukan ujian lagi, itu membuat kami lelah, kami harus menerima bahwa kami harus kembali melewati 2 langkah lagi, 1. Tadris 2. Pidato perpisahan. Namun, kami yakin akan melewati itu semua bersama-sama. Karena dengan bersama beban itu tidak akan berat dirasakan.