Hari yang meyedihkan...
Hari yang dimana anak Avzanetra akan dipindah kelas, katanya anak cowok Avza suka ngegodain anak cewek kelas bawah yaitu kelas 4 B (anak baru).
Ketika itu kelas Avzanetra yang berada dilantai 3 atas, sudah dicat dengan panduan warna kuning dengan hijau oleh anak laki-laki sampai mereka tidak tidur dan terdapat karya tangan anak anak Avza yang terletak di dinding pojok kiri depan kelas disertai nama panggilan seperti: fikry (pionk), sadam (katom), iwan ( thile), naufal (Nhovel), irsyad (joker), zihad (uyut), ari (bucek), faruq (ncu), rifki (skaetlash), fahmi (famoy), al-fazari (menel), dan liza (zaun), intan (gangga), ani (nionk), rasita (inunk), anis (meher), putri (nyak), rina (beo), salsa (sarden), tiara (chadel), iiz (obot), bunga (malika), rosilah (ndut), kholisah (jurig), lisa (ncah), halimah (imah). Itu juga yang buat anak cewek.
Saat itu kami tidak terima jika kelas kami di pindah namun, kata mu'allimah itu atas perintah abi, katanya ada wali santri wati yang datang ke abi dan mengadukan masalah anak nya yang gak betah karena ada anak cowok yang sering ngegodain anaknya, karena menurutnya Pondok Pesantren Al-Hidayah Al-Mumtazah itu Pesantren yang ketat namun, fakta nya kelas kami masih di campur dengan cowok dan sebagian kegiatan kami pun masih dicampur dengan anak cowok dan kesalahan itu ada yang mengatakan nya disebabkan oleh Muhammad Fikry anak cowok kelas 4A.
Saat mendengar itu, kami merasa selalu disalahkan dan dipandang jelek oleh abi terutama para guru,
kami ikhlas kelas kami dipindahkan apalagi di kelas, yang dulu yaitu kelas 2 sampai 3 mu'allimin, mungkin itu sudah takdir karena tempat itu juga mempunyai banyak kenangan saat kami masih berjumlah 30 anak.
Tapi, jika anak Avzanetra di pindahkan kerena sebab itu, kami tidak terima! karena bukan sepenuhnya salah kelas 4A melainkan anak cowok kelas 5 juga yang naik turun ke kelas Avza, entah mengapa selalu anak Avzanetra yang disalahkan.
Dan kami juga tidak terima jika harus dipindahkan karena ada sebagian yang bilang "Kita kan baru kali ini punya kelas diluar, kenapa harus dipindahkan lagi? emang siapa sih yang bilang jika Fikry penyebabnya?."
KEESOKAN HARINYA...
Aku melihat anak cewek Avzanetra sedang membicarakan masalah kelas, aku rasa mereka sangat kecewa dan tidak marah dan aku mendengar jika bunga dan yang lainnya berkata jika yang mengadu kan itu adalah Maesaroh anak cewek kelas 4B.
"Awas aja, mungkin dianya aja yang kecentilan."Ucap bunga dengan suara yang tinggi.
Aku pun langsung menarik tempat bangku untuk aku duduk.
"Eettt dah...kesel banget tau sudah mah kelas sudah dicat," uacap Iiz dengan suara yang melengking.
"Au...di kasih hati malah minta jantung." timpa Rosita smabil memukul meja.
"Udah kita mah sabar aja." ucap Ani dari tempat duduk nya.
"Iya...kita mah udah baik sama mereka tapi, mereka malah buat masalah duluan sama kita." ucap ku yang ikut merasa kesal.
"Kita mah tidak akan duluan ya...jadi jangan salahkan kita." Ucap shalsa.
"Mungkin memang sudah takdir kita tinggal disini." Ucap Zihad.
"Udah sih terima saja." Ucap Sadam.
"Kita mah ikhlas di pindahkan." timpa Rosita sama Sadam.
"Kita mah kasihan sama anak cowok yang sudah ngecat-ngecat," Ucap Rina.
Satu kata mengandung banyak makna dan cerita. DEIZA adalah nama kelas kita sekarang kawan.
Senin, 16 April 2018
Minggu, 15 April 2018
Mengalah Demi Sahabat
MENGALAH DEMI SAHABAT...
Aku adalah seorang remaja yang baru berusia 15 tahun. aku
sekolah di suatu sekolah menengah pertama. disini aku mempunyai 4 teman baik,
yaitu Liani, Elisa, Ara, dan Anna. Kami sangat kompak. Pada suatu hari ada
praktek pelajaran di kelasku, dan semua perebuatan untuk pertama. Aku sudah
mengambil ancang-ancang untuk lari, dan duduk di bangku meja guru.Lalu aku pun berlari, dan sampai, namun, ketika aku duduk, seseorang juga duduk di bangku itu. yap, kami berdua duduk di bangku yang sama. ternyata seseorang yang duduk itu adalah Raka as-syada. Pada saat itu, kami saling memandang, aku merasakan ada sesuatu yang aneh saat itu, hatiku terasa terkena setrum. Tapi entah apa yang ia rasakan.
Saat itu semua anak sekelas menyorakiku "Cieeee" kata mereka kompak, dan terus menerus. Lalu akhirnya dia mengalah, dan aku yang di tes duluan. Dan setelah itu, sahabatku bilang "cie Amira" Kata putri "Apaan sih, aku tuh gak suka sama dia." Kataku mengelak "oh yaudah" balasnya. Sejak saat itu kami berdua sering di ejek.
Aku gak tau harus senang atau kesal. Aku tidak berani merasakan rasa ini karena sahabatku Anna juga menyukainya. Aku tidak tega untuk melukai hatinya. Aku dan Raka sering SMSan dan berbicara berdua atau bercanda bareng. pada suatu saat, aku sedang berdua sama dia saat pulang sekolah untuk ngobrol bersama.
Di tengah perjalanan dia menyatakan cinta kepadaku "Amira, emhhh, aku mau ngomong sama kamu." Kata Raka, aku menjawab "iya, mau ngomong apa ?"Balasku, lalu ia bilang "emhh.. aku, aku "aku apa?" Tanya ku.
"Emhhh, aku, suka sama kamu, kamu mau gak jadi pacar aku ?"Ucap Raka. Aku bingung mau jawab apa, aku memang suka sama dia, tetapi sahabatku juga suka sama dia, aku gak mau menjadi PHO. Dan membuat sahabat ku kecewa jika dia sampai tau.

Aku terdiam. Dan akhirnya aku menjawab "Emhhh.., sebentar dulu
deh, aku pikir-pikir dulu" Jawabku, lalu dia bilang "ya sudah sampai
kapanpun aku akan nunggu kamu" kata Raka.
"ya, terimakasih ya" sejak saat itu aku jadi jauh darinya, dan dia pun merasakan itu, lalu ia bertanya kepadaku "Bagaimana mira, kamu mau tidak? aku benar-benar sayang sama kamu" kata Raka.
Ternyata saat Raka bilang itu Anna dan beberapa teman yang lainnya mendengar. "Ehemm, ada yang lagi tembak-tebakan nih" kata Maulana, sahabat Raka, "Ciee, udah terima, terima" kata piong.
Aku diam, aku menatap wajah Anna, dan sepertinya ia mengiyakan, tetapi aku tau jika hati Anna terluka. Lalu Anna meninggalkan kami. Aku pergi mengejar Anna dia menangis, aku minta maaf sama Anna, dia pun akhirnya memaafkan ku.
Aku pergi ke Raka dan bicara "kamu benar suka sama aku ?" Tanya ku
"iya, aku sangat suka sama kamu, aku sangat mencintaimu," Ucap nya.
"kalau kamu suka sama aku, aku ingin kamu jauhin aku, dan kamu lebih baik pacaran sama Anna, karena dia benar-benar mencintaimu" Ucap ku lirih.
"Tapi aku sayangnya sama kamu, bukan sama Anna , tapi kalau itu mau kamu, ya sudah aku akan coba" jawabnya.
"Terimakasih ya, kamu memang cowok yang baik". Aku memang tau Raka pasti bisa karena dulu dia pernah suka dengan Anna dan sempat ada gosip diantara mereka.
Lalu sejak saat itu Raka mendekati Anna, dan setelah beberapa hari, mereka jadian. Aku sedih sekaligus senang, aku cemburu setiap mereka berdua. Tetapi aku yang memintanya, dan harus bagaimana lagi. Setelah itu Raka datang padaku, dan ia bilang "ini kan mau mu ?
"ya, terimakasih ya" sejak saat itu aku jadi jauh darinya, dan dia pun merasakan itu, lalu ia bertanya kepadaku "Bagaimana mira, kamu mau tidak? aku benar-benar sayang sama kamu" kata Raka.
Ternyata saat Raka bilang itu Anna dan beberapa teman yang lainnya mendengar. "Ehemm, ada yang lagi tembak-tebakan nih" kata Maulana, sahabat Raka, "Ciee, udah terima, terima" kata piong.
Aku diam, aku menatap wajah Anna, dan sepertinya ia mengiyakan, tetapi aku tau jika hati Anna terluka. Lalu Anna meninggalkan kami. Aku pergi mengejar Anna dia menangis, aku minta maaf sama Anna, dia pun akhirnya memaafkan ku.
Aku pergi ke Raka dan bicara "kamu benar suka sama aku ?" Tanya ku
"iya, aku sangat suka sama kamu, aku sangat mencintaimu," Ucap nya.
"kalau kamu suka sama aku, aku ingin kamu jauhin aku, dan kamu lebih baik pacaran sama Anna, karena dia benar-benar mencintaimu" Ucap ku lirih.
"Tapi aku sayangnya sama kamu, bukan sama Anna , tapi kalau itu mau kamu, ya sudah aku akan coba" jawabnya.
"Terimakasih ya, kamu memang cowok yang baik". Aku memang tau Raka pasti bisa karena dulu dia pernah suka dengan Anna dan sempat ada gosip diantara mereka.
Lalu sejak saat itu Raka mendekati Anna, dan setelah beberapa hari, mereka jadian. Aku sedih sekaligus senang, aku cemburu setiap mereka berdua. Tetapi aku yang memintanya, dan harus bagaimana lagi. Setelah itu Raka datang padaku, dan ia bilang "ini kan mau mu ?
Walaupun sekarang aku belum bisa melupakan Raka. Dan aku masih
sangat mencintainya, tapi aku akan berusaha untuk mencintainya. Dan sebelum
aku bilang apa pun, dia sudah pergi meninggalkan ku. Yah, mungkin inilah resiko nya, aku menerimanya, walaupun sulit untuk
melakukannya.
Aku ikhlas walaupun hati ku tidak bisa bohong jika aku sangat
cemburu, aku bahagia ketika melihat Anna bisa bahagia bersama lelaki yang ia
cintai dan bisa aku lihat mereka bahagia.
“Amira...” Ucap Ilham, menghampiri ku di teras kelas.
“iya ada apa Ilham, ada apa?” Tanya ku.
“Kamu kenapa mira? Sudah lah jangan menangis! Lagian ini
kemauan mu kan?” Ucap nya.
“Iya Ilham ini memang permintaan ku, aku memang sudah merelakan
nya tapi, rasa sayang ini belum bisa ku hilangkan dan aku merasa susah untuk
menerima kenyataan itu semua, aku merasa tersakiti dengan apa yang ku lakukan ini Ilham.”
Ucap ku, aku merasa mata ku mulai berkaca-kaca.
“Amira, Ingat sayang itu tidak harus memiliki!” Ucap Ilham, “Sudah
lah kamu pasti bisa melupakan nya.” Ucap nya.
SATU BULAN KEMUDIAN...
Aku mulai biasa dengan Raka namun, terkadang aku sering
ingat kata-kata dan sikapnya pada ku dulu, dan kini Raka tidak lagi dengan Anna
melainkan dengan sahabat ku Fitria dia adalah adik kelas ku, aku dekat dengan
nya dan aku sempat kaget dan kecewa dengan nya tapi, sekarang aku tidak lagi
memikirkan dengan siapa Raka sekarang dan apa kah Raka suka dengan nya itu
bukan urusan ku lagi. Aku hanya bisa melihat apakah Raka bahagia dengan nya atau
tidak.?
Itu pun bukan urusan ku aku tidak berhak untuk cemburu dan
melarangnya dekat dengan siapa pun dan suka dengan siapa pun. Yang penting aku
bahagia bisa dekat lagi dengan nya.
Sabtu, 14 April 2018
Rindu Sahabat
Rindu
Sahabat
Aku bukan penyair yang pandai
bersyair …
Aku bukan pujangga yang pandai
merangkai kata …
Tapi
… ku mohon ,,,
Fahamilah
apa yang sedang ku rasa padamu
Wahai
sahabat sejati ku …
Rinduku
membuncah
Memanggil
namamu …
Aku
tak pernah menyesal
Dengan
pertemuan itu …
Disuatu
masa ..
Disuatu
tempat ..
Di
komplek cinta,
Yang
bernama ma’had …
Lalu
takdir tuhan berjalan ..
Disuatu
petang, dengan gaungan lantunan Al-qur’an
Didepan
asrama tahfidzul Qur’an
Dan
mushaf kecil yang ku genggam …
Kau
dengan raikaian katamu,
Membuataku
berhenti berfikir…
Mencoba
memahami kata perpisahan,
Namun
yang ku tangkap hanyalah makna kesedihan …
Inilah
akhir dari kisah
Perjuangan
danpersahabatan …
Tapi
takdir mencoba menguji
Ketabahan
dan kesabaran …
Kau
yang mengucap
Kata
perpisahan …
Namun
aku yang
Beranjak
duluan …
Berlari
dengan waktu,
Bagi
mencari hal yang baru …
Tanpa
menyadari,
Betapa
berharganya sahabat sepertimu …
Sahabat
…
Riduku
membuncah
Memanggil
namamu ..
Ingatkah
kau pertemuan itu ???
Disuatu
masa …
Disebuah
tempat …
Dikomplek
cinta,
Yang bernama ma’had.
Perkenalan
Awal aku masuk kelas yang bernama AVZANETRA, aku menemukan
bermacam-macam karakter manusia, mereka adalah teman-teman baruku, dari kelas 1
SMP aku kenal dengan mereka sampai sekarang aku kelas 1 SMA, aku merasakan
kebahagian ketika berkumpul bersama mereka, disini aku akan mengenalkan anak
AVZANETRA yang masing-masing mempunyai bakat dan kelebihan.
1.
Siti ma’ani (Nionk)
-Lahir pada tanggal 23 April 2002, dia
tinggal di Kota Serang Banten.
-Hobby nya Read, and yang bikin dia gak
bosen dipondok.
-Cita-cita: Ingin menjadi guru dan orang
yang sukses.
Gudang Favorit...
-Food (makanan): Fried rice, cook mom,
dan yang pasti halal.
-Drink (minuman): Mm...banyak sih yang aku
suka namun, aku lebih suka Minuman yang berbau Coklate.
-Colour (warna): purple, green, blue,
ets...
Tapi, yang paling
suka warna Ungu.
“TEDDY
BEAR” My favorite doll...(because) dia itu seperti manusia
Perfect, cute, and...ngeselin.
- My idolas: Seteven william dan Natasya wilona, Immanuel hito dan Raya kitty.
- My idolas: Seteven william dan Natasya wilona, Immanuel hito dan Raya kitty.
Pesan For You All...
-Lakukanlah apa yang kamu bisa dan
jadilah diri sendiri dengan cara diri sendiri bukan orang lain.
My Opini For AVZANETRA...
-Ekhem...tentang
AVZANETRA ya, mmm...gimana ya? Mau bilang kompak (lumayan), asik (Ia),
berisik (banget), ngeselin (so pasti), ets...Indahnya kalau kita lagi kumpul
bersama (yo man).
2.
Liza Aprilliani (Zaun).
-Bisa dipanggil Liza, Tembem, Bocah (what
ever lah).
-Lahir pada tanggal 10 April 2002,
berasal dari Indonesia, Bekasi Utara.
-Hobby nya: Dancing, singing, watching,
reading, playying, jailin orang, OTW, yang jelas hobby itu is Happines.
-My Dream Is “DOCTOR”
Gudang Favorit...
-My Food: apa saja yang penting hallal
dan padat.
-My drink: apa saja yang penting cair.
-My colour: Biru langit yang plus awan
putih yang cantik lah...
-My Self: Aries (domba), ular (pytlhon),
Shio.
Boy Frieand, Doi, gebetan (What ever), JOHAN (jodoh dituhan).
My Trip My Adventure...
-Saya yanmg berusaha, dan saya yang
merasakan
Kalian, hanya melihat!,” Dont judge me!”
My Opioni For AVZANETRA...
-Kalau ditanya pendapat susah,
merangkainya (kayak Narasumber).
Yang Liza tau...
AVZANETRA itu nama kelas yang udah
nemenin liza selama 3 Tahun, dan didalamnya terdapat beragam manusia, seribu
sifat yang sama-sama membangun 1 kata yang bisa dikatakan “KEBERSAMAAN.”
3.
Rosita Salman (Inunk).
-Lahir pada tanggal 28 Agustus 2002, dia
tinggal dikota serang (Kp.priuk).
-My Hobby: 3 MB –Menghafal –Membaca
–Menulis –belajar.
-My Dream Is masih bingung yang penting
sukses.
Gudang Favorit...
-My food: Yang penting halal.
-My drink: Good day coolin, air putih,
dan yang berbau coklate.
-My colour: merah, hitam, dan biru...
-My zodiak: Shio Virgo.
-Doi: Masih pengen sendiri, mau fokus
lagi untuk belajar, aku tidak ingin dia mengetahui akan perasaan ku.
#Jombloitumuliabroo!!!
My Opini Of AVZANETRA...
-AVZANETRA Is The Best...
4. Khoirunnisa (Meher).
My friend call me: meher, nisa, anis, and
amira. (and up to you deh).
-Lahir pada tanggal 22 Agustus 2002,
(Lahir dalam keadaan tersenyum manis^.^).
-Tinggal di Korea, Singapura, Paris dan
kota Serang Banten.
-My Hobby: Reading, writing, playing.
Gudang Favorit...
-My food: Nasgor, martabak, nasbek, dan
oreg tempe.
-My drink: Jus leci, water, apa aja deh
yang penting bisa diminum.
-My colour: Ungu, hijau, biru, oren,
coklat, dan abu-abu. Diantara banyaknya warna hanya hijau yang paling indah.
-My idolas: Angga Aldi Yunanda dan Amanda
Manopo, Dilan dan Milea.
“DOCTOR” Is My Dream...
-My doll: Tedy Bear berwarna orens itulah
yang namanya Nida Amira Tunnisa (Amira).
My Messenge For You All...
-Jangan pernah menilai orang seseorang
dari orang lain karena belum tentu apa yang orang lain katakan itu benar!!!
My Opini Of AVZANETRA...
-AVZANETRA is Our Story...
Indahnya jika kita saling bersatu, kelas
yang mempunyai bermacam-macam sifat dan karakter yang berbeda-beda.
Saling perduli satu sama lain dan kelas
yang tekenal berisik diantara kelas yanmg lain. Harapan ku terus berjuang
sampai kita sukses dan sampai waktu yang akan memisahkan kita. Dan “jangan
takut kehilangan AVZANETRA salama kita masih ada dibumi.”
5.
Putri Aulia (Nyak).
-Bisa dipanggil putri, uti, ndut, nyak up
to you all.
-Lahir pada tanggal 25 mei 2002, hari
sabtu tepat waktu dhuha.
-Asal Bekasi utara, Tambun baru tepatnya
Gg. Plaud.
-My Zodiak: Shio Gemini.
-My cita-cita: Mubalighah ternama and
Guru nahwu di pondok pesantren.
Gudang favorit...
-My food: Nasbek, nasgor, miegor, dah ah
kalau diteraktir mah gpp.
-My drink: air putih, susu dan yang
penting halal.
-My colour: ungu, red, black and pink.
Pesan untuk kalian!!!
“Jangan pernah meninggalkan apalagi
melalaikan shalat, sesungguhnya itu akan mencelakakan mu, istilah hari-hari mu
dengan bacaan Al-qur’an dan sholawat to prophet SAW, diwaktu sibukmu.
Pendapat ane tentang AVZANETRA...
-Kadang akur kadang berantem tapi, semua
itu merupakan sebuah kenangan, yang terindah dari anak baru 1,2,3, sampai
sekarang udang pengen lulus kebersamaan kita terus ada walau kadang-kadang.
Don’t forget me and yours friends in AVZANETRA!!!
6.
Rina febrianti (Beo).
-Nama panggilanya rina atau febry.
-Lahir pada tanggal 23 September 2002, alhamdulillah
selamat dan sehat.
-My Hobby: Reading Al-qur’an, memorizing
Al-qur’an and write.
-My cita-cita: Ustadzah yang berakhlaktul
karimah.
Gudang favorit...
-My food: Martabak, seblak, danlain-lain.
-My drink: Good day, teh pucuk,
chocolatos, sop buah.
-My colour: Hijau selalu di hati.
Pesan untuk AVZANETRA.
“Sahabat itu adalah kejahatan dibasal
dengan kebaikan”
Pendapatku tentang AVZANETRA...
-Anak AVZANETRA itu asik kalau lagi gak
berantem tapi, kalu lagi beranten tidak asik.
7.
Nurul Intan (Gangga).
-Lahir pada tanggal 24 Mei 2002, Asal
Palembang.
-My Hobby: Membaca, menulis.
-My cita-cita: Busana muslim (Disayner).
Gudang Favorit...
-My food: Masakan orang tua dan makanan
yang enak.
-My drink: Apa saja yang penting bisa
diminum.
-My colour: Kuning (Yellow).
Korea, Prancis dan India diantara itu
semua yang paling aku suka adalah India.
Pesan untuk AVZANETRA...
-Masalah itu bukan untuk ditangisi tapi,
dihadapi.
-Jangan pernah lari dalam masalah.
8. Zihad Al-fiansyah (Duong)
-Lahir pada tanggal 19 September 2001. Asal Jakarta.
-My Hobby: Bersholawat, Menghafal Al-qur’an.
-My Cita-cita: Menjadi Guru.
Gudang Favorit...
-My food: Makanan apa saja yang penting halal.
-My drink: Air putih, apa saja yang penting halal.
-My colour: Kuning, biru dan merah.
Pesan untuk anak AVZANETRA:
Karena kebersamaan kita bisa kompak, dan karena
perjuangan kita
Bisa sukses.
9. Muhammad Ilham Irsyad (Joker).
-Lahir pada tanggal 22 April 2001. Asal Jakarta.
-My Hobby: Bercanda, Menghafal Al-Qur’an.
-My Dream: Ingin menjadi Ustad.
Gudang Favorit!!!
-My Drink: Air putih, good day, energen.
-My food: Nasgor, martabak, dan nasbek.
-My colour: Biru always.
Pesan untuk Kalian:
-Jagalah nama baik kelas, jadilah anak-anak yang
bertanggung jawab.
Pendapat ku tentang AVZANETRA:
AVZANETRA is our story...
10. Sadam syahril Romli (Katom).
-Lahir pada tanggal 30 Oktober 2002. Asal Penggarutan,
Bekasi selatan.
-My hobby: Bersholawat, membaca Al-qur’an dan
Menghafal Al-qur’an.
-My Dream: Menjadi Ustad.
Gudang Favorit:
-My Drink: Air putih dan apa saja yang bisa diminum.
-My Food: Nasbek, martabak, dan masakan Umi.
-My Colour: Biru, Oren dan merah. Warna apa saja yang
ada di bendera palestina.
Kesan untuk Anak AVZANETRA:
-Buat lah orang tua mu menangis karena kesuksesan mu.
Pendapatku tentang AVZANETRA:
-kelas yang terkadang asik, berisik, rame banyak
deh...
Kelas yang mempunyai banyak cerita.
My Storry
Disuatu
desa terdapat seorang anak kecil, dia lahir pada tanggal 19 juni 2002. Dia
adalah seorang laki-laki (boy) yang bernama ikhwanuddin Hutashut. Iya memiliki
sifat yang aneh, suka ketawa sendiri, dan bertingkah konyol.
Pada
suatu hari saya masuk sekolah madrasah ibtidaiyah (MI), hari pertama aku masuk
sekolah, aku selalu di jahili oleh teman-teman ku di sekolah. Tapi aku tidak
pernah melawan mereka. Tetapi, dia selalu mengadu kepada kaka-ku yang bernama
Muhammad fadhil Hutasuhut. Selama aku di jahili oleh teman-teman-ku di sekolah selama itu juga kaka-ku melindungi ku. Dan ketika kaka-ku lulus
sekolah MI dasar dan pindah ke pesantren Al-Hidayah Al-Mumtazah. Dan aku pun
terlihat sangat lemah tanpa kehadiran kaka-ku di samping-ku, dan akupun merasa
sangat bingung untuk menghadapi/melawan teman-teman-ku yang jahil .di saat itu
aku sedang duduk di bangku kelas 6 MI. dan beberapa hari kemudian ketika
kaka-ku pindah aku selalu di adu domba dengan teman-ku yang bernama aji.dan
akupun berkelahi oleh teman-ku yang bernama aji, kemudian perkelahian itu aku
menangi. Dan setelah hari itu aku menjadi di takuti oleh teman-teman ku di
sekolah. Dan beberapa bulan kemudian aku lulus sekolah dasar MI, dan aku
menyusul kaka-ku di pesantren Al-Hidayah Al-Mumtazah.
Dan
pada hari pertama aku datang ke sana aku merasa seperti orang yang sangat asing
di sana. Ketika itu kaka-ku fadhil duduk di bangku kelas 2 Tsanawiyah. Aku
merasa tidak memiliki siapa-siapa di sana padahal aku memiliki kaka saya
disana.dan aku mulai berkenalan dengan santri Al-ATAZ dan di saat itu aku mulai
merasa nyaman di sana dengan teman baru, suasana baru, dan pengalaman baru.
Setelah beberapa hari kemudian datanglah hari pertama masuk sekolah, dan kami
satu kelas di suruh perkenalan satuper satu (one by one). Dan aku menemukan
seseorang yang menurut ku baik. Yang bernama LIZA APRILLIANI. Entah knapa aku merasa ada yang aneh di hati-ku, apakah
aku suka padanya?. Setelah beberapa hari kemudian, akhirnya aku mengetahui
perasaan-ku,bahwa aku suka kepadanya.
Tapi
kenapa aku belum bisa mengungkapkan semua perasaan-ku. Dan kami pun sudah
berkenalan semua satu kelas. Dan saat itu kami satu kelas terdapt empat puluh
empat (44) siswa.dan aku pun mencoba untuk memperdekatkan diri dengan liza, aku
mulai dari basa basi dengan liza dan aku mulai becanda dengannya. Dan hari demi
hari berlalu aku semakin dekat pula denga liza seiring timbulnya rasa cinta
dalam hati-ku. Aku pun mulai berani untuk mengungkapkan perasaan-ku kepadanya
dan aku mengatakan kepadanya I LOVE YOU. Dan dia belum menjawab pertanyaan-ku
dan dia bilang apabila kamu cinta padaku maka tunggulah aku untuk datang ke
pada-mu. Dan aku pun menunggunya selama satu tahun, tapi di balik satu tahun
aku menunggu dia,aku selalu mencoba
untuk melupakannya tetapi aku tidak pernah bisa melupakannya.
Dan
aku pun selalu mengharap jawaban yang aku ingin kan bahwa dia mencintai ku juga
aku selalu menunggunya dan mengharap kannya untuk menjawab pertanyaan ku dengan
cepat tapi. Dan akhirnya diapun menjawab pertanyaan-ku dan menjawab
I
LOVE YOU TO
Jumat, 13 April 2018
Sahabat Sejati
“Amanda, Amanda, tunggu aku sebentar”.
Sekolah baru saja usai, Amanda sedang berjalan pulang
ketika mendengar suara seseorang memanggilnya. Dia menoleh ke belakang.
Terlihat Nisa berlari mengejarnya dengan tergopoh-gopoh.
“Ada apa Nisa?”, tanya Amanda keheranan.
“Begini, aku mau mengembalikan ini”, kata Nisa sambil
mengangsurkan sebuah tas plastik kepada Amanda.
Amanda, melihat isi tas plastik tersebut, lalu
bertanya, “Lho, kenapa dikembalikan, kamu tidak suka sepatu ini ya?”
“Tidak, ee…, maksudku, aku suka sepatu itu.”
“Lantas mengapa sepatu ini kamu kembalikan kepadaku,
apakah kamu tidak memerlukannya?”, tanya Amanda menyelidik.
“Sebenarnya aku sangat memerlukan sepatu itu, tapi….”,
suara Nisa terhenti, dia ragu-ragu untuk meneruskannya.
“Tapi apa Nisa?”, tanya Amanda lagi.
Nisa teringat dengan kejadian kemarin. Ketika itu, dia
baru saja pulang dari sekolah. Saat masuk rumah, segera ditemuinya Ibunya yang
sedang memasak di dapur.
“Bu…Bu… lihat”, katanya sambil berjingkat-jingkat
penuh kegirangan.
Ibunya menengok sebentar ke arah Nisa, kemudian
kembali sibuk mengaduk-aduk masakannya di panci, “Lihat apanya?”
“Lihat ini dong Bu, bagus sekali kan”, kata Nisa
sambil mengangkat kaki kirinya, menunjukkan sepatu baru yang sedang dipakainya.
Ibunya menengok sekali lagi sambil berkata, “Iya,
bagus sekali sepatu yang kau pakai. Omong-omong, sepatu itu pinjam dari siapa?”
“Ah Ibu, ini sepatu milikku”, kata Nisa dengan nada
gembira.
“O begitu. Lho, jadi kamu sudah membuka tabunganmu ya.
Memangnya sudah terkumpul banyak uang tabunganmu?”, tanya ibunya.
“Tidak, uang tabunganku masih utuh di dalam celengan.
Sepatu ini aku dapat dari Amanda. Dia yang memberikannya untukku”
“Ah masak sih, kok bisa begitu?”, tanya ibunya tidak
percaya. “Ingat, kamu jangan suka meminta-minta lho pada teman-temanmu”,
lanjutnya.
“Tentu tidak dong Bu”, sergah Nisa, “ceritanya begini:
kebetulan Amanda membeli sepatu baru minggu lalu, tapi ternyata sepatu itu
kebesaran sedikit. Karena itu Amanda menawarkannya kepadaku. Lantas aku coba,
kok pas sekali untukku. Lalu Amanda memberikannya untukku”.
“Wah beruntung sekali kamu Nisa. Apakah ayah dan ibu
Amanda mengetahuinya?”, tanya ibu Nisa.
“Tentu saja Bu. Mana berani Amanda memberikannya tanpa
sepengetahuan orang tuanya. Mereka baik sekali ya Bu”, kata Nisa.
“Iya. Tapi aku yakin Bapakmu tidak akan suka”, kata
ibu Nisa sambil tetap memasak.
“Tidak mungkin dong Bu”, kata Amanda yakin, “Bapak
pasti juga akan gembira”.
“Tunggu saja kalau Bapak pulang nanti”, wanti-wanti
ibunya.
Benar. Ketika ayahnya pulang ke rumah setelah seharian
mengemudi becak, Nisa langsung menyambutnya dengan memamerkan sepatu barunya.
Tapi jawaban ayahnya seperti perkiraan ibunya tadi.
“Apa? Kau diberi sesuatu lagi oleh temanmu. Cepat
kembalikan. Kita sudah menerima pemberian terlalu banyak dari mereka Nisa. Dulu
tas dan peralatan tulis-menulis. Bulan lalu seragammu juga diberi oleh ayah
Amanda serta uang sekolahmu dilunasinya ketika Bapak tidak punya uang. Sudah
tidak terhitung lagi pemberian mereka kepada kita”
“Tapi Pak, Amanda memberikannya dengan ikhlas
kepadaku”, kata Nisa membela diri.
“Betul. Bapak tidak menyangkal ketulusan hati mereka.
Tapi ini sudah terlalu banyak. Mereka selalu membantu kita, tapi apa yang bisa
kita berikan kepada mereka? Tidak ada”, kata ayah Nisa dengan sedih.
“Mereka tidak mengharapkan balasan dari kita Pak”,
kata Nisa mencoba meyakinkan ayahnya.
“Tidak. Pokoknya sepatu tersebut harus dikembalikan
segera”, jawab ayah Nisa dengan tegas. “Dan jangan menerima lagi pemberian
mereka. Keluarga Pak Ahmad memang baik sekali, tetapi kita tidak bisa
terus-menerus menerima bantuan dari mereka tanpa kita bisa membalasnya. Apa
yang bisa kita berikan kepada mereka, mereka itu kaya sekali dan tidak
memerlukan sesuatu dari kita yang miskin ini”.
“Tapi Pak…”, Nisa mencoba menawar.
“Tidak ada tetapi, ini sudah menjadi keputusan Bapak.
Sepatu itu sudah harus dikembalikan besok”.
“Ya Pak’, kata Nisa menyerah.
Amanda memandang wajah Nisa yang sedih ketika
menceritakan alasannya mengembalikan sepatu pemberiannya tersebut.
“Ya sudah, nggak usah sedih. Bagaimana kalau sepatu
ini tetap kamu simpan saja, tidak usah bilang ayahmu”, kata Amanda menghibur.
“Tidak bisa. Aku sudah janji pada Bapak untuk
mengembalikan sepatu ini”, kata Nisa.
“OK. Aku simpankan dulu ya sepatu ini, nanti jika
ayahmu sudah tidak marah lagi, kamu boleh mengambilnya lagi”
“Baiklah Amanda, kamu baik sekali. Kamu memang
sahabatku yang sejati”, kata Nisa sambil memeluk sahabat karibnya itu.
Keesokan harinya, Amanda tidak masuk sekolah. Nisa
mencari-cari ke manapun di sekolah tapi Nisa tetap tidak tampak juga. Pada jam
pelajaran ketiga Pak Guru memberi pengumuman kepada murid-murid sekelas Nisa:
“Anak-anak, ada kabar buruk. Pak Ahmad, ayah Amanda
mengalami kecelakaan mobil pagi tadi. Beliau terluka parah dan sekarang berada
di rumah sakit memerlukan darah yang cukup banyak. Bapak akan segera meminta
guru-guru untuk mendonorkan darah bagi Pak Ahmad. Kalian dibolehkan pulang
lebih awal.”
Anak-anak segera berebut keluar kelas untuk pulang.
Nisa juga segera keluar ruangan dan berlari menuju ke tempat ayahnya biasa
mangkal. Terlihat ayahnya masih duduk di atas becaknya menunggu calon
penumpang. Nisa bergegas menemuinya dan menceritakan pengumuman Pak Guru tadi.
Mereka berdua segera menuju ke rumah sakit dan menuju
ke ruang gawat darurat di mana ayah Amanda dirawat. Setelah ayah Nisa
menjelaskan maksud kedatangannya, seorang kerabat Pak Ahmad menunjukkan jalan
ke ruang PMI untuk donor darah. Setelah darahnya diambil, terlihat para guru
sekolah Amanda berdatangan dan sebagian mendonorkan darahnya. Berkat sumbangan
darah dari ayah Nisa dan para guru, kondisi Pak Ahmad segera membaik.
“Terima kasih banyak, Pak Arif”, kata Pak Ahmad pada
saat menengok Pak Ahmad di rumah sakit. “Berkat bantuan Pak Arif, saya bisa
pulih kembali seperti sediakala”.
“Ah tidak Pak, itu memang sudah kewajiban saya untuk
membantu sesama. Apalagi kan selama ini keluarga Pak Ahmad sudah sangat sering
membantu kami, tanpa kami mampu membalasnya”, kata ayah Nisa.
“Pak Arif tidak perlu memikirkan untuk membalasnya.
Kami melakukan semuanya selama ini dengan ikhlas. Nisa kan teman Amanda yang
paling akrab dan sering membantu Amanda dalam belajar dan mengerjakan
tugas-tugasnya. Saya kira itu sudah cukup. Karena itu terima kasih Pak Arif
telah menyelamatkan nyawa saya”, kata ayah Amanda sambil tersenyum.
“Sama-sama Pak, kami juga mengucapkan banyak terima
kasih atas bantuan yang tak terhitungkan selama ini”, kata Pak Arif.
Nisa dan Amanda saling berpandangan dengan gembira
mendengar percakapan kedua orang tua mereka.
“Kalau begitu, boleh kan saya memberikan sepatu saya
kepada Nisa”, tanya Amanda.
“Tentu saja, tentu saja Amanda. Begitu kan Pak Arif.
Ini sebagai ungkapan terima kasih kami”, kata ayah Amanda cepat-cepat.
“Baiklah”, jawab ayah Nisa tidak mampu menolaknya.
“Horeeeeeeeeee”, teriak Amanda dan Nisa bersama-sama
sambil melompat-lompat gembira.
“Ha….ha….ha….”, ayah ibu Amanda dan Nisa tertawa
berderai melihat kelakuan kedua anak itu.
HANYA SATU DAN ITU ADALAH KAMU
Apakah
kalian percaya dengan adanya cinta sejati? Cinta yang konon katanya akan
meluluhkan hati dan kenangan yang tak terlupakan selama hubungan berlangsung.
Akan tetapi, apakah wanita yang sudah mencintaiku selama setahun ini menjadi
cinta sejatiku? Namanya adalah Chloe dan aku adalah Hans orang dengan pendirian
egois yang mencintai wanita, yang tidak sedikitpun mencintaiku.
Malam ini,
aku memandangi bingkai merah berdarah di dinding kamarku. Aku terhanyut dalam
gambar tersebut dan seakan darah itu keluar dari pembatas bingkainya. Selama
ini aku memikirkan tentang seorang wanita berparas cantik yang menyerupai
seorang gadis Korea bernama Aorora. Aku menyukainya dalam bayang-bayang selama
sebulan, tanpa berani untuk menyapanya di sekolah.
Pandangan
pertamaku jatuh pada sinar indah matanya, yang menjadi alasan hatiku untuk
mengatakan aku “suka” padanya. Setiap harinya aku berjalan menuju lorong
panjang sekolahku dan melewati kelasnya yang berada di ujung lorong sebelum
kelasku, lebih tepatnya kelas 2-7. Melewati kelasnya, aku tidak mau menyiakan
momen tersebut. Dengan waktu yang begitu singkat, aku dapat melihat lebat
rambut panjangnya yang terikat dengan ikat rambut berwarna merah mudah cerah.
Aorora
menjadi nomor satu alasanku untuk pergi sekolah, setelah alasanku pergi ke
sekolah untuk belajar dan terlelap tidur di bangku kesayanganku di pojok
belakang kanan kelas. Ya, aku siswa yang tidak terlalu suka duduk di depan,
tapi aku masih mementingkan nilaiku agar tetap stabil di atas standar penilaian
guru.
Pada saat
jam istirahat, aku duduk dengan beberapa teman kelasku di emperan kelas.
Sekali-kali aku melirik kanan kelasku dan berharap hidung mancung manisnya
terlihat dari tempat yang sedang aku tempati. Seketika Aorora keluar dari
kelasnya, melirik ke arahku tanpa senyum dari bibir tipisnya dan membuang
pandangannya ke arah lain. Rasa sakit yang tak bisa diungkapkan dengan hatiku.
“Wajar sih
kalau gak disenyumin, dia aja gak kenal sama aku” Kataku dalam hati, sambil
menarik napas panjang
Dari
situlah, aku akan mencoba menghilangkan rasa pengecutku selama sebulan ini dan
menumbuhkan kepercayaan untuk bisa berkenalan dengannya. Sepulang sekolah aku
menunggunya di depan kelasku, berpikir tentang apa yang akan terjadi nantinya
dalam imajinasiku. Tiba-tiba wanita yang kutunggu telah keluar dengan
menggendong tas coklat di punggungnya. Aku pun berjalan cepat dan sudah berada
tepat di sampingnya.
“Hai,
Aorora” Ujarku
“Hai” Dengan wajah datar tanpa mempedulikanku
“Hai” Dengan wajah datar tanpa mempedulikanku
“Aku Hans,
dari kelas 2-8”
“Terus?”
“Gak ada apa-apa sih, aku cuma mau kenalan aja. Boleh minta kontak kamu?”
“Maaf, aku gak mau kasih, karena aku belum kenal sama kamu”
“Terus?”
“Gak ada apa-apa sih, aku cuma mau kenalan aja. Boleh minta kontak kamu?”
“Maaf, aku gak mau kasih, karena aku belum kenal sama kamu”
Aku pun
menghentingkan langkahku dan membiarkan langkahnya pergi menjauh dari tubuhku
yang sudah mati rasa dengan perkataannya tadi. Selang beberapa detik, aku
mencoba kembali untuk melangkahkan kakiku dan mengarahkan mataku ke depan. Pada
saat aku mengarahkan mataku, aku tertuju pada seorang wanita yang sedang
melirik hangat kepadaku. Segera ia pun, mengalihkan pandangannya ke arah lain
setelah aku melihatnya. Ya aku kenal dia, wanita bernama Chloe dari kelas 2-5,
tapi aku jarang melihatnya di sekitar sekolah.
Sesampainya
di rumah aku mencari sesuatu tentang Aorora dari salah satu kontak teman
kelasnya yang aku miliki. Aku hanya ingin memastikan, apakah aku harus bertahan
dengan perasaan ini atau aku harus melepaskannya?
“Angel?”
“Ya?
“Kamu teman akrabnya Aorora kan? Aku boleh nanya sesuatu tentang dia gak?”
“Bisa dibilang begitu. Kenapa nanya Aorora? Suka sama Aorora ya?” Cetus polosnya
“Ya?
“Kamu teman akrabnya Aorora kan? Aku boleh nanya sesuatu tentang dia gak?”
“Bisa dibilang begitu. Kenapa nanya Aorora? Suka sama Aorora ya?” Cetus polosnya
“Suka sih
gak, cuma senang aja lihat dia” Ngelak amatiranku
“Bukannya apa sih, sebagai orang yang baik dan teman akrab dari Aorora, aku saranin kamu gak dekat sama dia. Aorora, dia itu susah buat kenalan sama orang, apalagi sama cowok. Perlakuannya dingin banget sama cowok Aku tadi lihat kok, kamu minta kontaknya dan aku sudah tahu jawabannya pasti gak. Beruntung banget tadi kamu ditegur balik, aslinya mah gak mau negur” Curhat panjang dari Angel, membuat pikiranku semakin kacau dan aku pun tidak tahu harus menjawab apa setelah ini. Aku hanya menutupi rasa kecewaku dengan Angel.
“Gitu ya, Angel. Hahahahaha aneh ya dia. Ya udah makasih, aku gak dekatin dia deh”
“Ya begitulah Aorora. Maaf ya, ini juga buat kebaikanmu kedepannya. Mumpung masih senang lihat, belum suka”
“Bukannya apa sih, sebagai orang yang baik dan teman akrab dari Aorora, aku saranin kamu gak dekat sama dia. Aorora, dia itu susah buat kenalan sama orang, apalagi sama cowok. Perlakuannya dingin banget sama cowok Aku tadi lihat kok, kamu minta kontaknya dan aku sudah tahu jawabannya pasti gak. Beruntung banget tadi kamu ditegur balik, aslinya mah gak mau negur” Curhat panjang dari Angel, membuat pikiranku semakin kacau dan aku pun tidak tahu harus menjawab apa setelah ini. Aku hanya menutupi rasa kecewaku dengan Angel.
“Gitu ya, Angel. Hahahahaha aneh ya dia. Ya udah makasih, aku gak dekatin dia deh”
“Ya begitulah Aorora. Maaf ya, ini juga buat kebaikanmu kedepannya. Mumpung masih senang lihat, belum suka”
Aku tidak
tahu Angel percaya dengan perkataanku atau dia hanya mencoba membuatku untuk
tetap dalam zona ketenangan. Aku percaya dengan hal yang dikatakan oleh Angel,
karena memang Angel adalah satu-satunya wanita yang paling akrab dengan Aorora
selama satu bulan pantauanku.
Malam pun
aku lewati dengan rasa penuh kecewa yang besar. Aku menatap semua bingkai di
kamarku dan tertuju pada bingkai seorang gadis bergaun biru. Aku seperti
bingkai itu yang juga kecewa dengan wajah murung yang menatap hijaunya rumput
di bawahnya. Dinding-dinding kamarku memang telah dipenuhi dengan
bingkai-bingkai, karena setiap bingkai yang aku miliki, seperti bisa
menggambarkan apa yang sedang aku rasakan.
Keesokkan
harinya, aku merasa kurang bersemangat untuk bersekolah hari ini. Aku hanya
termurung di mejaku, tidak mempedulikan apa yang sedang dijelaskan oleh guru.
Hingga istirahat tiba, aku memutuskan untuk mengisi kekosongan yang ada di
dalam perutku.
Saat menoleh
sekitar aku melihat Chloe memperhatikanku dari tempat duduknya, sambil
menyantap semangkok bakso.
“Ini anak kenapa sih? Dilihatin malah ngelak, gak lihatin malah lihat lagi. Aneh banget” Pikirku
“Ini anak kenapa sih? Dilihatin malah ngelak, gak lihatin malah lihat lagi. Aneh banget” Pikirku
Kembali dari
kantin, aku menuju ke kelas tanpa memperhatikan teman-temanku yang sedang asik
ngobrol di emperan kelas. Saat hendak terduduk, aku melihat suatu pita yang
menjulur keluar dari laci mejaku. Aku menariknya dan ternyata itu adalah sebuah
surat kecil berwarna merah dengan tulisan singkat namaku di surat tersebut. Aku
pun membukanya
“Untuk H.
Mungkin ini waktunya aku untuk menyampaikan apa yang aku simpan selama ini. Aku memberanikan diri membuat surat kecil kepadamu, setelah aku terdorong semangat yang diberikan oleh teman-temanku. Kamu percaya dengan adanya cinta sejati? Kalau kamu percaya, mungkin kamu akan menemukan orang yang punya rasa cinta seperti itu kepadamu selama setahun lamanya. Kamu kenal denganku, orang yang sering memperhatikanmu selama ini, tanpa kamu sadari lamanya, sulitnya dan perjuanganku mencoba untuk mendapatkan perhatianmu.
C.”
Mungkin ini waktunya aku untuk menyampaikan apa yang aku simpan selama ini. Aku memberanikan diri membuat surat kecil kepadamu, setelah aku terdorong semangat yang diberikan oleh teman-temanku. Kamu percaya dengan adanya cinta sejati? Kalau kamu percaya, mungkin kamu akan menemukan orang yang punya rasa cinta seperti itu kepadamu selama setahun lamanya. Kamu kenal denganku, orang yang sering memperhatikanmu selama ini, tanpa kamu sadari lamanya, sulitnya dan perjuanganku mencoba untuk mendapatkan perhatianmu.
C.”
Begitulah
isi dari surat yang kubuka secara hati-hati dan kusimpan lagi dengan rapi dalam
kantong celanaku. Aku berdiri dengan ambisi untuk mencari langsung orang yang
mengirimkan surat ini kepadaku. Aku berjalan melewati lorong sekolah dan tiba di
kelas 2-5, melihat wanita berambut pendek dengan pejepit rambut kuning di sisi
kanannya.
“Hai, Chloe”
“Ha…i” Suara gugupnya saat aku duduk disebelahnya
“Makasih ya atas suratnya. Mungkin ini saatnya juga aku memperhatikan orang yang sudah lama suka kepadaku. Hanya satu yang aku tahu dan itu adalah kamu, Chloe”
“…”
“Ha…i” Suara gugupnya saat aku duduk disebelahnya
“Makasih ya atas suratnya. Mungkin ini saatnya juga aku memperhatikan orang yang sudah lama suka kepadaku. Hanya satu yang aku tahu dan itu adalah kamu, Chloe”
“…”
“Aku percaya
dengan adanya cinta sejati. Kamu juga percayakan dengan adanya cinta sejati?”
“Ya, aku percaya dengan hal itu”
“Kalau begitu, aku ingin membuktikan adanya cinta sejati itu dan aku harap kamu mau bersama denganku untuk membuktikannya”
“Ya, aku percaya dengan hal itu”
“Kalau begitu, aku ingin membuktikan adanya cinta sejati itu dan aku harap kamu mau bersama denganku untuk membuktikannya”
Aku menunggu
beberapa detik, hingga ia akhirnya menjawab harapanku dengan nada yang sedikit
rendah dengan wajah merah sambil memandang buku tulis di mejanya.
“Iya, aku
akan bersamamu untuk membuktikan”
Selama waktu
berjalan kedepan, aku dan Chloe akan membuktikan adanya cinta sejati. Jika
memang cinta sejati itu ada, maka Chloe adalah orangnya.
Semenjak itu
aku menjadi sadar dengan diriku, bahwa aku memiliki pendirian yang egois, yang
tidak peduli untuk mengetahui tentang seseorang yang telah mencintaiku selama
setahun lamanya.
Aku pun
menulis catatan kecil yang kubuat di kamarku yang sunyi dan kuhias dengan
bingkai persegi kecilku. Catatan yang menggambarkan hebatnya seorang wanita
bernama Chloe dan juga bingkai terakhir yang akan menutupi setiap inci dari
dinding-dinding kamarku.
“Selama
apapun, sesulit apapun, dan seberapa keras perjuanganmu. Untuk tetap percaya
dan bertahan dengan apa yang kamu rasakan. Adanya cinta sejati, akan membuatmu
mengerti untuk saling melengkapi satu sama lain. Akan kuingat selalu catatan
kecilku ini di lubuk terdalam hatiku”
Langganan:
Komentar (Atom)