Senin, 16 April 2018

Kelas 4A Vs Kelas 4B

      Hari yang meyedihkan...
Hari yang dimana anak Avzanetra akan dipindah kelas, katanya anak cowok Avza suka ngegodain anak cewek kelas bawah yaitu kelas 4 B (anak baru).
Ketika itu kelas Avzanetra yang berada dilantai 3 atas, sudah dicat dengan panduan warna kuning dengan hijau oleh anak laki-laki sampai mereka tidak tidur dan terdapat karya tangan anak anak Avza yang terletak di dinding pojok kiri depan kelas disertai nama panggilan seperti: fikry (pionk), sadam (katom), iwan ( thile), naufal (Nhovel), irsyad (joker), zihad (uyut), ari (bucek), faruq (ncu), rifki (skaetlash), fahmi (famoy), al-fazari (menel), dan liza (zaun), intan (gangga), ani (nionk), rasita (inunk), anis (meher), putri (nyak), rina (beo), salsa (sarden), tiara (chadel), iiz (obot), bunga (malika), rosilah (ndut), kholisah (jurig), lisa (ncah), halimah (imah). Itu juga yang buat anak cewek.

Saat itu kami tidak terima jika kelas kami di pindah namun, kata mu'allimah itu atas perintah abi, katanya ada wali santri wati yang datang ke abi dan mengadukan masalah anak nya yang gak betah karena ada anak cowok yang sering ngegodain anaknya, karena menurutnya Pondok Pesantren Al-Hidayah Al-Mumtazah itu Pesantren yang ketat namun, fakta nya kelas kami masih di campur dengan cowok  dan sebagian kegiatan kami pun masih dicampur dengan anak cowok dan kesalahan itu ada yang mengatakan nya disebabkan oleh Muhammad Fikry anak cowok kelas 4A.

Saat mendengar itu, kami merasa selalu disalahkan dan dipandang jelek oleh abi terutama para guru,
kami ikhlas kelas kami dipindahkan apalagi di kelas, yang dulu yaitu kelas 2 sampai 3 mu'allimin, mungkin itu sudah takdir karena tempat itu juga mempunyai banyak kenangan saat kami masih berjumlah 30 anak.
Tapi, jika anak Avzanetra di pindahkan kerena sebab itu, kami tidak terima! karena bukan sepenuhnya salah kelas 4A melainkan anak cowok kelas 5 juga yang naik turun ke kelas Avza, entah mengapa selalu anak Avzanetra yang disalahkan.
  Dan kami juga tidak terima jika harus dipindahkan karena ada sebagian yang bilang "Kita kan baru kali ini punya kelas diluar, kenapa harus dipindahkan lagi? emang siapa sih yang bilang jika Fikry penyebabnya?."

KEESOKAN HARINYA...
Aku melihat anak cewek Avzanetra sedang membicarakan masalah kelas, aku rasa mereka sangat kecewa dan tidak marah dan aku mendengar jika bunga dan yang lainnya berkata jika yang mengadu kan itu adalah Maesaroh anak cewek kelas 4B.
"Awas aja, mungkin dianya aja yang kecentilan."Ucap bunga dengan suara yang tinggi.
Aku pun langsung menarik tempat bangku untuk aku duduk.
"Eettt dah...kesel banget tau sudah mah kelas sudah dicat," uacap Iiz dengan suara yang melengking.
"Au...di kasih hati malah minta jantung." timpa Rosita smabil memukul meja.
"Udah kita mah sabar aja." ucap Ani dari tempat duduk nya.
"Iya...kita mah udah baik sama mereka tapi, mereka malah buat masalah duluan sama kita." ucap ku yang ikut merasa kesal.
"Kita mah tidak akan duluan ya...jadi jangan salahkan kita." Ucap shalsa.
"Mungkin memang sudah takdir kita tinggal disini." Ucap Zihad.
"Udah sih terima saja." Ucap Sadam.
"Kita mah ikhlas di pindahkan." timpa Rosita sama Sadam.
"Kita mah kasihan sama anak cowok yang sudah ngecat-ngecat," Ucap Rina.

Minggu, 15 April 2018

Mengalah Demi Sahabat


MENGALAH DEMI SAHABAT...

Aku adalah seorang remaja yang baru berusia 15 tahun. aku sekolah di suatu sekolah menengah pertama. disini aku mempunyai 4 teman baik, yaitu Liani, Elisa, Ara, dan Anna. Kami sangat kompak. Pada suatu hari ada praktek pelajaran di kelasku, dan semua perebuatan untuk pertama. Aku sudah mengambil ancang-ancang untuk lari, dan duduk di bangku meja guru.

Lalu aku pun berlari, dan sampai, namun, ketika aku duduk, seseorang juga duduk di bangku itu. yap, kami berdua duduk di bangku yang sama. ternyata seseorang yang duduk itu adalah Raka as-syada. Pada saat itu, kami saling memandang, aku merasakan ada sesuatu yang aneh saat itu, hatiku terasa terkena setrum. Tapi entah apa yang ia rasakan.

Saat itu semua anak sekelas menyorakiku "Cieeee" kata mereka kompak, dan terus menerus. Lalu akhirnya dia mengalah, dan aku yang di tes duluan. Dan setelah itu, sahabatku bilang "cie Amira" Kata putri  "Apaan sih, aku tuh gak suka sama dia." Kataku mengelak "oh yaudah" balasnya. Sejak saat itu kami berdua sering di ejek.

Aku gak tau harus senang atau kesal. Aku tidak berani merasakan rasa ini karena sahabatku Anna juga menyukainya. Aku tidak tega untuk melukai hatinya. Aku dan Raka sering SMSan dan berbicara berdua atau bercanda bareng. pada suatu saat, aku sedang berdua sama dia saat pulang sekolah untuk ngobrol bersama.

Di tengah perjalanan dia menyatakan cinta kepadaku "Amira, emhhh, aku mau ngomong sama kamu." Kata Raka, aku menjawab "iya, mau ngomong apa ?"Balasku, lalu ia bilang "emhh.. aku, aku "aku apa?" Tanya ku.

"Emhhh, aku, suka sama kamu, kamu mau gak jadi pacar aku ?"Ucap Raka. Aku bingung mau jawab apa, aku memang suka sama dia, tetapi sahabatku juga suka sama dia, aku gak mau menjadi PHO. Dan membuat sahabat ku kecewa jika dia sampai tau.



Aku terdiam. Dan akhirnya aku menjawab "Emhhh.., sebentar dulu deh, aku pikir-pikir dulu" Jawabku, lalu dia bilang "ya sudah sampai kapanpun aku akan nunggu kamu" kata Raka.
"ya, terimakasih ya" sejak saat itu aku jadi jauh darinya, dan dia pun merasakan itu, lalu ia bertanya kepadaku "Bagaimana mira, kamu mau tidak? aku benar-benar sayang sama kamu" kata Raka.

Ternyata saat Raka bilang itu Anna dan beberapa teman yang lainnya mendengar. "Ehemm, ada yang lagi tembak-tebakan nih" kata Maulana, sahabat Raka, "Ciee, udah terima, terima" kata piong.

Aku diam, aku menatap wajah Anna, dan sepertinya ia mengiyakan, tetapi aku tau jika hati Anna terluka. Lalu Anna meninggalkan kami. Aku pergi mengejar Anna dia menangis, aku minta maaf sama Anna, dia pun akhirnya memaafkan ku.

Aku pergi ke Raka dan bicara "kamu benar suka sama aku ?" Tanya ku
"iya, aku sangat suka sama kamu, aku sangat mencintaimu," Ucap nya.
"kalau kamu suka sama aku, aku ingin kamu jauhin aku, dan kamu lebih baik pacaran sama Anna, karena dia benar-benar mencintaimu" Ucap ku lirih.

"Tapi aku sayangnya sama kamu, bukan sama Anna , tapi kalau itu mau kamu, ya sudah aku akan coba" jawabnya.
"Terimakasih ya, kamu memang cowok yang baik". Aku memang tau Raka pasti bisa karena dulu dia pernah suka dengan Anna dan sempat ada gosip diantara mereka.

Lalu sejak saat itu Raka mendekati Anna, dan setelah beberapa hari, mereka jadian. Aku sedih sekaligus senang, aku cemburu setiap mereka berdua. Tetapi aku yang memintanya, dan harus bagaimana lagi. Setelah itu Raka datang padaku, dan ia bilang "ini kan mau mu ?

Walaupun sekarang aku belum bisa melupakan Raka. Dan aku masih sangat mencintainya, tapi aku akan berusaha untuk mencintainya. Dan sebelum aku bilang apa pun, dia sudah pergi meninggalkan ku. Yah, mungkin inilah resiko nya, aku menerimanya, walaupun sulit untuk melakukannya.
Aku ikhlas walaupun hati ku tidak bisa bohong jika aku sangat cemburu, aku bahagia ketika melihat Anna bisa bahagia bersama lelaki yang ia cintai dan bisa aku lihat mereka bahagia.
“Amira...” Ucap Ilham, menghampiri ku di teras kelas.
“iya ada apa Ilham, ada apa?” Tanya ku.
“Kamu kenapa mira? Sudah lah jangan menangis! Lagian ini kemauan mu kan?” Ucap nya.
“Iya Ilham ini memang permintaan ku, aku memang sudah merelakan nya tapi, rasa sayang ini belum bisa ku hilangkan dan aku merasa susah untuk menerima kenyataan itu semua, aku merasa tersakiti dengan apa yang ku lakukan ini Ilham.” Ucap ku, aku merasa mata ku mulai berkaca-kaca.
“Amira, Ingat sayang itu tidak harus memiliki!” Ucap Ilham, “Sudah lah kamu pasti bisa melupakan nya.” Ucap nya.

SATU BULAN KEMUDIAN...
Aku mulai biasa dengan Raka namun, terkadang aku sering ingat kata-kata dan sikapnya pada ku dulu, dan kini Raka tidak lagi dengan Anna melainkan dengan sahabat ku Fitria dia adalah adik kelas ku, aku dekat dengan nya dan aku sempat kaget dan kecewa dengan nya tapi, sekarang aku tidak lagi memikirkan dengan siapa Raka sekarang dan apa kah Raka suka dengan nya itu bukan urusan ku lagi. Aku hanya bisa melihat apakah Raka bahagia dengan nya atau tidak.?
Itu pun bukan urusan ku aku tidak berhak untuk cemburu dan melarangnya dekat dengan siapa pun dan suka dengan siapa pun. Yang penting aku bahagia bisa dekat lagi dengan nya.


Sabtu, 14 April 2018

Rindu Sahabat


Rindu Sahabat
Aku bukan penyair yang pandai bersyair …
Aku bukan pujangga yang pandai merangkai kata …
Tapi … ku mohon ,,,
Fahamilah apa yang sedang ku rasa padamu
Wahai sahabat sejati ku …

Rinduku membuncah
Memanggil namamu …
Aku tak pernah menyesal
Dengan pertemuan itu …

Disuatu masa ..
Disuatu tempat ..
Di komplek cinta,
Yang bernama ma’had …

Lalu takdir tuhan berjalan ..
Disuatu petang, dengan gaungan lantunan Al-qur’an
Didepan asrama tahfidzul Qur’an
Dan mushaf kecil yang ku genggam …

Kau dengan raikaian katamu,
Membuataku berhenti berfikir…
Mencoba memahami kata perpisahan,
Namun yang ku tangkap hanyalah makna kesedihan …

Inilah akhir dari kisah
Perjuangan danpersahabatan …
Tapi takdir mencoba menguji
Ketabahan dan kesabaran …

Kau yang mengucap
Kata perpisahan …
Namun aku yang
Beranjak duluan …

Berlari dengan waktu,
Bagi mencari hal yang baru …
Tanpa menyadari,
Betapa berharganya sahabat sepertimu …

Sahabat …
Riduku membuncah
Memanggil namamu ..
Ingatkah kau pertemuan itu ???

Disuatu masa …
Disebuah tempat 
Dikomplek cinta,
 Yang bernama ma’had.

Perkenalan


Awal aku masuk kelas yang bernama AVZANETRA, aku menemukan bermacam-macam karakter manusia, mereka adalah teman-teman baruku, dari kelas 1 SMP aku kenal dengan mereka sampai sekarang aku kelas 1 SMA, aku merasakan kebahagian ketika berkumpul bersama mereka, disini aku akan mengenalkan anak AVZANETRA yang masing-masing mempunyai bakat dan kelebihan.
1.       Siti ma’ani (Nionk)
-Lahir pada tanggal 23 April 2002, dia tinggal di Kota Serang Banten.
-Hobby nya Read, and yang bikin dia gak bosen dipondok.
-Cita-cita: Ingin menjadi guru dan orang yang sukses.
   Gudang Favorit...
-Food (makanan): Fried rice, cook mom, dan yang pasti halal.
-Drink (minuman): Mm...banyak sih yang aku suka namun, aku lebih suka Minuman yang berbau Coklate.                                                                                                           
-Colour (warna): purple, green, blue, ets...
                              Tapi, yang paling suka warna Ungu.
   “TEDDY BEAR” My favorite doll...(because) dia itu seperti manusia
              Perfect, cute, and...ngeselin.
  - My idolas: Seteven william dan Natasya wilona, Immanuel hito dan Raya kitty.
 
Pesan For You All...
-Lakukanlah apa yang kamu bisa dan jadilah diri sendiri dengan cara diri sendiri bukan orang lain.
My Opini For AVZANETRA...
 -Ekhem...tentang AVZANETRA ya, mmm...gimana ya? Mau bilang kompak                           (lumayan), asik (Ia), berisik (banget), ngeselin (so pasti), ets...Indahnya kalau kita lagi kumpul bersama (yo man).

2.      Liza Aprilliani (Zaun).
-Bisa dipanggil Liza, Tembem, Bocah (what ever lah).
-Lahir pada tanggal 10 April 2002, berasal dari Indonesia, Bekasi Utara.
-Hobby nya: Dancing, singing, watching, reading, playying, jailin orang, OTW, yang jelas hobby itu is Happines.
-My Dream Is “DOCTOR”
         Gudang Favorit...
-My Food: apa saja yang penting hallal dan padat.
-My drink: apa saja yang penting cair.
-My colour: Biru langit yang plus awan putih yang cantik lah...
-My Self: Aries (domba), ular (pytlhon), Shio.
     Boy Frieand, Doi, gebetan (What ever), JOHAN (jodoh dituhan).

 My Trip My Adventure...
-Saya yanmg berusaha, dan saya yang merasakan
  Kalian, hanya melihat!,” Dont judge me!”
My Opioni For AVZANETRA...
-Kalau ditanya pendapat susah, merangkainya (kayak Narasumber).
  Yang Liza tau...
AVZANETRA itu nama kelas yang udah nemenin liza selama 3 Tahun, dan didalamnya terdapat beragam manusia, seribu sifat yang sama-sama membangun 1 kata yang bisa dikatakan “KEBERSAMAAN.”

3.      Rosita Salman (Inunk).
-Lahir pada tanggal 28 Agustus 2002, dia tinggal dikota serang (Kp.priuk).
-My Hobby: 3 MB –Menghafal –Membaca –Menulis –belajar.
-My Dream Is masih bingung yang penting sukses.
    Gudang Favorit...
-My food: Yang penting halal.
-My drink: Good day coolin, air putih, dan yang berbau coklate.
-My colour: merah, hitam, dan biru...
-My zodiak: Shio Virgo.
-Doi: Masih pengen sendiri, mau fokus lagi untuk belajar, aku tidak ingin dia mengetahui akan perasaan ku.
        #Jombloitumuliabroo!!!

My Opini Of AVZANETRA...
-AVZANETRA Is The Best...
 


4.     Khoirunnisa (Meher).
My friend call me: meher, nisa, anis, and amira. (and up to you deh).
-Lahir pada tanggal 22 Agustus 2002, (Lahir dalam keadaan tersenyum   manis^.^).
-Tinggal di Korea, Singapura, Paris dan kota Serang Banten.
-My Hobby: Reading, writing, playing.
    Gudang Favorit...
-My food: Nasgor, martabak, nasbek, dan oreg tempe.
-My drink: Jus leci, water, apa aja deh yang penting bisa diminum.
-My colour: Ungu, hijau, biru, oren, coklat, dan abu-abu. Diantara banyaknya warna hanya hijau yang paling indah.
-My idolas: Angga Aldi Yunanda dan Amanda Manopo, Dilan dan Milea.
 “DOCTOR” Is My Dream...
-My doll: Tedy Bear berwarna orens itulah yang namanya Nida Amira Tunnisa (Amira).

My Messenge For You All...
-Jangan pernah menilai orang seseorang dari orang lain karena belum tentu apa yang orang lain katakan itu benar!!!

My Opini Of AVZANETRA...
-AVZANETRA is Our Story...
Indahnya jika kita saling bersatu, kelas yang mempunyai bermacam-macam sifat dan karakter yang berbeda-beda.
Saling perduli satu sama lain dan kelas yang tekenal berisik diantara kelas yanmg lain. Harapan ku terus berjuang sampai kita sukses dan sampai waktu yang akan memisahkan kita. Dan “jangan takut kehilangan AVZANETRA salama kita masih ada dibumi.”

5.      Putri Aulia (Nyak).
-Bisa dipanggil putri, uti, ndut, nyak up to you all.
-Lahir pada tanggal 25 mei 2002, hari sabtu tepat waktu dhuha.
-Asal Bekasi utara, Tambun baru tepatnya Gg. Plaud.
-My Zodiak: Shio Gemini.
-My cita-cita: Mubalighah ternama and Guru nahwu di pondok pesantren.
         Gudang favorit...
-My food: Nasbek, nasgor, miegor, dah ah kalau diteraktir mah gpp.
-My drink: air putih, susu dan yang penting halal.
-My colour: ungu, red, black and pink.

Pesan untuk kalian!!!
“Jangan pernah meninggalkan apalagi melalaikan shalat, sesungguhnya itu akan mencelakakan mu, istilah hari-hari mu dengan bacaan Al-qur’an dan sholawat to prophet SAW, diwaktu sibukmu.

Pendapat ane tentang AVZANETRA...
-Kadang akur kadang berantem tapi, semua itu merupakan sebuah kenangan, yang terindah dari anak baru 1,2,3, sampai sekarang udang pengen lulus kebersamaan kita terus ada walau kadang-kadang.
     Don’t forget me and yours friends in AVZANETRA!!!

6.      Rina febrianti (Beo).
-Nama panggilanya rina atau febry.
-Lahir pada tanggal 23 September 2002, alhamdulillah selamat dan sehat.
-My Hobby: Reading Al-qur’an, memorizing Al-qur’an and write.
-My cita-cita: Ustadzah yang berakhlaktul karimah.
           Gudang favorit...
-My food: Martabak, seblak, danlain-lain.
-My drink: Good day, teh pucuk, chocolatos, sop buah.
-My colour: Hijau selalu di hati.

Pesan untuk AVZANETRA.
“Sahabat itu adalah kejahatan dibasal dengan kebaikan”

Pendapatku tentang AVZANETRA...
-Anak AVZANETRA itu asik kalau lagi gak berantem tapi, kalu lagi beranten tidak asik.

7.      Nurul Intan (Gangga).
-Lahir pada tanggal 24 Mei 2002, Asal Palembang.
-My Hobby: Membaca, menulis.
-My cita-cita: Busana muslim (Disayner).
    Gudang Favorit...
-My food: Masakan orang tua dan makanan yang enak.
-My drink: Apa saja yang penting bisa diminum.
-My colour: Kuning (Yellow).
Korea, Prancis dan India diantara itu semua yang paling aku suka adalah India.

Pesan untuk AVZANETRA...
-Masalah itu bukan untuk ditangisi tapi, dihadapi.
-Jangan pernah lari dalam masalah.

8. Zihad Al-fiansyah (Duong)
-Lahir pada tanggal 19 September 2001. Asal Jakarta.
-My Hobby: Bersholawat, Menghafal Al-qur’an.
-My Cita-cita: Menjadi Guru.
Gudang Favorit...
-My food: Makanan apa saja yang penting halal.
-My drink: Air putih, apa saja yang penting halal.
-My colour: Kuning, biru dan merah.

Pesan untuk anak AVZANETRA:

Karena kebersamaan kita bisa kompak, dan karena perjuangan kita
Bisa sukses.

9. Muhammad Ilham Irsyad (Joker).
-Lahir pada tanggal 22 April 2001. Asal Jakarta.
-My Hobby: Bercanda, Menghafal Al-Qur’an.
-My Dream: Ingin menjadi Ustad.

Gudang Favorit!!!

-My Drink: Air putih, good day, energen.
-My food: Nasgor, martabak, dan nasbek.
-My colour: Biru always.

Pesan untuk Kalian:
-Jagalah nama baik kelas, jadilah anak-anak yang bertanggung jawab.

Pendapat ku tentang AVZANETRA:
AVZANETRA is our story...

10. Sadam syahril Romli (Katom).
-Lahir pada tanggal 30 Oktober 2002. Asal Penggarutan, Bekasi selatan.
-My hobby: Bersholawat, membaca Al-qur’an dan Menghafal Al-qur’an.
-My Dream: Menjadi Ustad.

Gudang Favorit:

-My Drink: Air putih dan apa saja yang bisa diminum.
-My Food: Nasbek, martabak, dan masakan Umi.
-My Colour: Biru, Oren dan merah. Warna apa saja yang ada di bendera palestina.

Kesan untuk Anak AVZANETRA:
-Buat lah orang tua mu menangis karena kesuksesan mu.

Pendapatku tentang AVZANETRA:
-kelas yang terkadang asik, berisik, rame banyak deh...
Kelas yang mempunyai banyak cerita.








My Storry

              Disuatu desa terdapat seorang anak kecil, dia lahir pada tanggal 19 juni 2002. Dia adalah seorang laki-laki (boy) yang bernama ikhwanuddin Hutashut. Iya memiliki sifat yang aneh, suka ketawa sendiri, dan bertingkah konyol.
         Pada suatu hari saya masuk sekolah madrasah ibtidaiyah (MI), hari pertama aku masuk sekolah, aku selalu di jahili oleh teman-teman ku di sekolah. Tapi aku tidak pernah melawan mereka. Tetapi, dia selalu mengadu kepada kaka-ku yang bernama Muhammad fadhil Hutasuhut. Selama aku di jahili oleh teman-teman-ku di  sekolah selama itu juga kaka-ku  melindungi ku. Dan ketika kaka-ku lulus sekolah MI dasar dan pindah ke pesantren Al-Hidayah Al-Mumtazah. Dan aku pun terlihat sangat lemah tanpa kehadiran kaka-ku di samping-ku, dan akupun merasa sangat bingung untuk menghadapi/melawan teman-teman-ku yang jahil .di saat itu aku sedang duduk di bangku kelas 6 MI. dan beberapa hari kemudian ketika kaka-ku pindah aku selalu di adu domba dengan teman-ku yang bernama aji.dan akupun berkelahi oleh teman-ku yang bernama aji, kemudian perkelahian itu aku menangi. Dan setelah hari itu aku menjadi di takuti oleh teman-teman ku di sekolah. Dan beberapa bulan kemudian aku lulus sekolah dasar MI, dan aku menyusul kaka-ku di pesantren Al-Hidayah Al-Mumtazah.
                Dan pada hari pertama aku datang ke sana aku merasa seperti orang yang sangat asing di sana. Ketika itu kaka-ku fadhil duduk di bangku kelas 2 Tsanawiyah. Aku merasa tidak memiliki siapa-siapa di sana padahal aku memiliki kaka saya disana.dan aku mulai berkenalan dengan santri Al-ATAZ dan di saat itu aku mulai merasa nyaman di sana dengan teman baru, suasana baru, dan pengalaman baru. Setelah beberapa hari kemudian datanglah hari pertama masuk sekolah, dan kami satu kelas di suruh perkenalan satuper satu (one by one). Dan aku menemukan seseorang yang menurut ku baik. Yang bernama LIZA APRILLIANI. Entah knapa  aku merasa ada yang aneh di hati-ku, apakah aku suka padanya?. Setelah beberapa hari kemudian, akhirnya aku mengetahui perasaan-ku,bahwa aku suka kepadanya.
                Tapi kenapa aku belum bisa mengungkapkan semua perasaan-ku. Dan kami pun sudah berkenalan semua satu kelas. Dan saat itu kami satu kelas terdapt empat puluh empat (44) siswa.dan aku pun mencoba untuk memperdekatkan diri dengan liza, aku mulai dari basa basi dengan liza dan aku mulai becanda dengannya. Dan hari demi hari berlalu aku semakin dekat pula denga liza seiring timbulnya rasa cinta dalam hati-ku. Aku pun mulai berani untuk mengungkapkan perasaan-ku kepadanya dan aku mengatakan kepadanya I LOVE YOU. Dan dia belum menjawab pertanyaan-ku dan dia bilang apabila kamu cinta padaku maka tunggulah aku untuk datang ke pada-mu. Dan aku pun menunggunya selama satu tahun, tapi di balik satu tahun aku menunggu dia,aku selalu mencoba  untuk melupakannya tetapi aku tidak pernah bisa melupakannya.
                Dan aku pun selalu mengharap jawaban yang aku ingin kan bahwa dia mencintai ku juga aku selalu menunggunya dan mengharap kannya untuk menjawab pertanyaan ku dengan cepat tapi. Dan akhirnya diapun menjawab pertanyaan-ku dan menjawab
                                                                                I LOVE YOU TO

Jumat, 13 April 2018

Sahabat Sejati


 “Amanda, Amanda, tunggu aku sebentar”.
Sekolah baru saja usai, Amanda sedang berjalan pulang ketika mendengar suara seseorang memanggilnya. Dia menoleh ke belakang. Terlihat Nisa berlari mengejarnya dengan tergopoh-gopoh.
“Ada apa Nisa?”, tanya Amanda keheranan.

“Begini, aku mau mengembalikan ini”, kata Nisa sambil mengangsurkan sebuah tas plastik kepada Amanda.
Amanda, melihat isi tas plastik tersebut, lalu bertanya, “Lho, kenapa dikembalikan, kamu tidak suka sepatu ini ya?”
“Tidak, ee…, maksudku, aku suka sepatu itu.”

“Lantas mengapa sepatu ini kamu kembalikan kepadaku, apakah kamu tidak memerlukannya?”, tanya Amanda menyelidik.
“Sebenarnya aku sangat memerlukan sepatu itu, tapi….”, suara Nisa terhenti, dia ragu-ragu untuk meneruskannya.
“Tapi apa Nisa?”, tanya Amanda lagi.

Nisa teringat dengan kejadian kemarin. Ketika itu, dia baru saja pulang dari sekolah. Saat masuk rumah, segera ditemuinya Ibunya yang sedang memasak di dapur.

“Bu…Bu… lihat”, katanya sambil berjingkat-jingkat penuh kegirangan.
Ibunya menengok sebentar ke arah Nisa, kemudian kembali sibuk mengaduk-aduk masakannya di panci, “Lihat apanya?”
“Lihat ini dong Bu, bagus sekali kan”, kata Nisa sambil mengangkat kaki kirinya, menunjukkan sepatu baru yang sedang dipakainya.

Ibunya menengok sekali lagi sambil berkata, “Iya, bagus sekali sepatu yang kau pakai. Omong-omong, sepatu itu pinjam dari siapa?”

“Ah Ibu, ini sepatu milikku”, kata Nisa dengan nada gembira.
“O begitu. Lho, jadi kamu sudah membuka tabunganmu ya. Memangnya sudah terkumpul banyak uang tabunganmu?”, tanya ibunya.
“Tidak, uang tabunganku masih utuh di dalam celengan. Sepatu ini aku dapat dari Amanda. Dia yang memberikannya untukku”
“Ah masak sih, kok bisa begitu?”, tanya ibunya tidak percaya. “Ingat, kamu jangan suka meminta-minta lho pada teman-temanmu”, lanjutnya.

“Tentu tidak dong Bu”, sergah Nisa, “ceritanya begini: kebetulan Amanda membeli sepatu baru minggu lalu, tapi ternyata sepatu itu kebesaran sedikit. Karena itu Amanda menawarkannya kepadaku. Lantas aku coba, kok pas sekali untukku. Lalu Amanda memberikannya untukku”.

“Wah beruntung sekali kamu Nisa. Apakah ayah dan ibu Amanda mengetahuinya?”, tanya ibu Nisa.
“Tentu saja Bu. Mana berani Amanda memberikannya tanpa sepengetahuan orang tuanya. Mereka baik sekali ya Bu”, kata Nisa.
“Iya. Tapi aku yakin Bapakmu tidak akan suka”, kata ibu Nisa sambil tetap memasak.
“Tidak mungkin dong Bu”, kata Amanda yakin, “Bapak pasti juga akan gembira”.
“Tunggu saja kalau Bapak pulang nanti”, wanti-wanti ibunya.

Benar. Ketika ayahnya pulang ke rumah setelah seharian mengemudi becak, Nisa langsung menyambutnya dengan memamerkan sepatu barunya. Tapi jawaban ayahnya seperti perkiraan ibunya tadi.

“Apa? Kau diberi sesuatu lagi oleh temanmu. Cepat kembalikan. Kita sudah menerima pemberian terlalu banyak dari mereka Nisa. Dulu tas dan peralatan tulis-menulis. Bulan lalu seragammu juga diberi oleh ayah Amanda serta uang sekolahmu dilunasinya ketika Bapak tidak punya uang. Sudah tidak terhitung lagi pemberian mereka kepada kita”
“Tapi Pak, Amanda memberikannya dengan ikhlas kepadaku”, kata Nisa membela diri.

“Betul. Bapak tidak menyangkal ketulusan hati mereka. Tapi ini sudah terlalu banyak. Mereka selalu membantu kita, tapi apa yang bisa kita berikan kepada mereka? Tidak ada”, kata ayah Nisa dengan sedih.

“Mereka tidak mengharapkan balasan dari kita Pak”, kata Nisa mencoba meyakinkan ayahnya.
“Tidak. Pokoknya sepatu tersebut harus dikembalikan segera”, jawab ayah Nisa dengan tegas. “Dan jangan menerima lagi pemberian mereka. Keluarga Pak Ahmad memang baik sekali, tetapi kita tidak bisa terus-menerus menerima bantuan dari mereka tanpa kita bisa membalasnya. Apa yang bisa kita berikan kepada mereka, mereka itu kaya sekali dan tidak memerlukan sesuatu dari kita yang miskin ini”.

“Tapi Pak…”, Nisa mencoba menawar.
“Tidak ada tetapi, ini sudah menjadi keputusan Bapak. Sepatu itu sudah harus dikembalikan besok”.
“Ya Pak’, kata Nisa menyerah.

Amanda memandang wajah Nisa yang sedih ketika menceritakan alasannya mengembalikan sepatu pemberiannya tersebut.
“Ya sudah, nggak usah sedih. Bagaimana kalau sepatu ini tetap kamu simpan saja, tidak usah bilang ayahmu”, kata Amanda menghibur.

“Tidak bisa. Aku sudah janji pada Bapak untuk mengembalikan sepatu ini”, kata Nisa.
“OK. Aku simpankan dulu ya sepatu ini, nanti jika ayahmu sudah tidak marah lagi, kamu boleh mengambilnya lagi”
“Baiklah Amanda, kamu baik sekali. Kamu memang sahabatku yang sejati”, kata Nisa sambil memeluk sahabat karibnya itu.

Keesokan harinya, Amanda tidak masuk sekolah. Nisa mencari-cari ke manapun di sekolah tapi Nisa tetap tidak tampak juga. Pada jam pelajaran ketiga Pak Guru memberi pengumuman kepada murid-murid sekelas Nisa:
“Anak-anak, ada kabar buruk. Pak Ahmad, ayah Amanda mengalami kecelakaan mobil pagi tadi. Beliau terluka parah dan sekarang berada di rumah sakit memerlukan darah yang cukup banyak. Bapak akan segera meminta guru-guru untuk mendonorkan darah bagi Pak Ahmad. Kalian dibolehkan pulang lebih awal.”

Anak-anak segera berebut keluar kelas untuk pulang. Nisa juga segera keluar ruangan dan berlari menuju ke tempat ayahnya biasa mangkal. Terlihat ayahnya masih duduk di atas becaknya menunggu calon penumpang. Nisa bergegas menemuinya dan menceritakan pengumuman Pak Guru tadi.

Mereka berdua segera menuju ke rumah sakit dan menuju ke ruang gawat darurat di mana ayah Amanda dirawat. Setelah ayah Nisa menjelaskan maksud kedatangannya, seorang kerabat Pak Ahmad menunjukkan jalan ke ruang PMI untuk donor darah. Setelah darahnya diambil, terlihat para guru sekolah Amanda berdatangan dan sebagian mendonorkan darahnya. Berkat sumbangan darah dari ayah Nisa dan para guru, kondisi Pak Ahmad segera membaik.

“Terima kasih banyak, Pak Arif”, kata Pak Ahmad pada saat menengok Pak Ahmad di rumah sakit. “Berkat bantuan Pak Arif, saya bisa pulih kembali seperti sediakala”.

“Ah tidak Pak, itu memang sudah kewajiban saya untuk membantu sesama. Apalagi kan selama ini keluarga Pak Ahmad sudah sangat sering membantu kami, tanpa kami mampu membalasnya”, kata ayah Nisa.

“Pak Arif tidak perlu memikirkan untuk membalasnya. Kami melakukan semuanya selama ini dengan ikhlas. Nisa kan teman Amanda yang paling akrab dan sering membantu Amanda dalam belajar dan mengerjakan tugas-tugasnya. Saya kira itu sudah cukup. Karena itu terima kasih Pak Arif telah menyelamatkan nyawa saya”, kata ayah Amanda sambil tersenyum.

“Sama-sama Pak, kami juga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang tak terhitungkan selama ini”, kata Pak Arif.
Nisa dan Amanda saling berpandangan dengan gembira mendengar percakapan kedua orang tua mereka.

“Kalau begitu, boleh kan saya memberikan sepatu saya kepada Nisa”, tanya Amanda.
“Tentu saja, tentu saja Amanda. Begitu kan Pak Arif. Ini sebagai ungkapan terima kasih kami”, kata ayah Amanda cepat-cepat.
“Baiklah”, jawab ayah Nisa tidak mampu menolaknya.

“Horeeeeeeeeee”, teriak Amanda dan Nisa bersama-sama sambil melompat-lompat gembira.
“Ha….ha….ha….”, ayah ibu Amanda dan Nisa tertawa berderai melihat kelakuan kedua anak itu.


HANYA SATU DAN ITU ADALAH KAMU


Apakah kalian percaya dengan adanya cinta sejati? Cinta yang konon katanya akan meluluhkan hati dan kenangan yang tak terlupakan selama hubungan berlangsung. Akan tetapi, apakah wanita yang sudah mencintaiku selama setahun ini menjadi cinta sejatiku? Namanya adalah Chloe dan aku adalah Hans orang dengan pendirian egois yang mencintai wanita, yang tidak sedikitpun mencintaiku.
Malam ini, aku memandangi bingkai merah berdarah di dinding kamarku. Aku terhanyut dalam gambar tersebut dan seakan darah itu keluar dari pembatas bingkainya. Selama ini aku memikirkan tentang seorang wanita berparas cantik yang menyerupai seorang gadis Korea bernama Aorora. Aku menyukainya dalam bayang-bayang selama sebulan, tanpa berani untuk menyapanya di sekolah.
Pandangan pertamaku jatuh pada sinar indah matanya, yang menjadi alasan hatiku untuk mengatakan aku “suka” padanya. Setiap harinya aku berjalan menuju lorong panjang sekolahku dan melewati kelasnya yang berada di ujung lorong sebelum kelasku, lebih tepatnya kelas 2-7. Melewati kelasnya, aku tidak mau menyiakan momen tersebut. Dengan waktu yang begitu singkat, aku dapat melihat lebat rambut panjangnya yang terikat dengan ikat rambut berwarna merah mudah cerah.
Aorora menjadi nomor satu alasanku untuk pergi sekolah, setelah alasanku pergi ke sekolah untuk belajar dan terlelap tidur di bangku kesayanganku di pojok belakang kanan kelas. Ya, aku siswa yang tidak terlalu suka duduk di depan, tapi aku masih mementingkan nilaiku agar tetap stabil di atas standar penilaian guru.
Pada saat jam istirahat, aku duduk dengan beberapa teman kelasku di emperan kelas. Sekali-kali aku melirik kanan kelasku dan berharap hidung mancung manisnya terlihat dari tempat yang sedang aku tempati. Seketika Aorora keluar dari kelasnya, melirik ke arahku tanpa senyum dari bibir tipisnya dan membuang pandangannya ke arah lain. Rasa sakit yang tak bisa diungkapkan dengan hatiku.
“Wajar sih kalau gak disenyumin, dia aja gak kenal sama aku” Kataku dalam hati, sambil menarik napas panjang
Dari situlah, aku akan mencoba menghilangkan rasa pengecutku selama sebulan ini dan menumbuhkan kepercayaan untuk bisa berkenalan dengannya. Sepulang sekolah aku menunggunya di depan kelasku, berpikir tentang apa yang akan terjadi nantinya dalam imajinasiku. Tiba-tiba wanita yang kutunggu telah keluar dengan menggendong tas coklat di punggungnya. Aku pun berjalan cepat dan sudah berada tepat di sampingnya.
“Hai, Aorora” Ujarku
“Hai” Dengan wajah datar tanpa mempedulikanku
“Aku Hans, dari kelas 2-8”
“Terus?”
“Gak ada apa-apa sih, aku cuma mau kenalan aja. Boleh minta kontak kamu?”
“Maaf, aku gak mau kasih, karena aku belum kenal sama kamu”
Aku pun menghentingkan langkahku dan membiarkan langkahnya pergi menjauh dari tubuhku yang sudah mati rasa dengan perkataannya tadi. Selang beberapa detik, aku mencoba kembali untuk melangkahkan kakiku dan mengarahkan mataku ke depan. Pada saat aku mengarahkan mataku, aku tertuju pada seorang wanita yang sedang melirik hangat kepadaku. Segera ia pun, mengalihkan pandangannya ke arah lain setelah aku melihatnya. Ya aku kenal dia, wanita bernama Chloe dari kelas 2-5, tapi aku jarang melihatnya di sekitar sekolah.
Sesampainya di rumah aku mencari sesuatu tentang Aorora dari salah satu kontak teman kelasnya yang aku miliki. Aku hanya ingin memastikan, apakah aku harus bertahan dengan perasaan ini atau aku harus melepaskannya?
“Angel?”
“Ya?
“Kamu teman akrabnya Aorora kan? Aku boleh nanya sesuatu tentang dia gak?”
“Bisa dibilang begitu. Kenapa nanya Aorora? Suka sama Aorora ya?” Cetus polosnya
“Suka sih gak, cuma senang aja lihat dia” Ngelak amatiranku
“Bukannya apa sih, sebagai orang yang baik dan teman akrab dari Aorora, aku saranin kamu gak dekat sama dia. Aorora, dia itu susah buat kenalan sama orang, apalagi sama cowok. Perlakuannya dingin banget sama cowok Aku tadi lihat kok, kamu minta kontaknya dan aku sudah tahu jawabannya pasti gak. Beruntung banget tadi kamu ditegur balik, aslinya mah gak mau negur” Curhat panjang dari Angel, membuat pikiranku semakin kacau dan aku pun tidak tahu harus menjawab apa setelah ini. Aku hanya menutupi rasa kecewaku dengan Angel.
“Gitu ya, Angel. Hahahahaha aneh ya dia. Ya udah makasih, aku gak dekatin dia deh”
“Ya begitulah Aorora. Maaf ya, ini juga buat kebaikanmu kedepannya. Mumpung masih senang lihat, belum suka”
Aku tidak tahu Angel percaya dengan perkataanku atau dia hanya mencoba membuatku untuk tetap dalam zona ketenangan. Aku percaya dengan hal yang dikatakan oleh Angel, karena memang Angel adalah satu-satunya wanita yang paling akrab dengan Aorora selama satu bulan pantauanku.
Malam pun aku lewati dengan rasa penuh kecewa yang besar. Aku menatap semua bingkai di kamarku dan tertuju pada bingkai seorang gadis bergaun biru. Aku seperti bingkai itu yang juga kecewa dengan wajah murung yang menatap hijaunya rumput di bawahnya. Dinding-dinding kamarku memang telah dipenuhi dengan bingkai-bingkai, karena setiap bingkai yang aku miliki, seperti bisa menggambarkan apa yang sedang aku rasakan.

Keesokkan harinya, aku merasa kurang bersemangat untuk bersekolah hari ini. Aku hanya termurung di mejaku, tidak mempedulikan apa yang sedang dijelaskan oleh guru. Hingga istirahat tiba, aku memutuskan untuk mengisi kekosongan yang ada di dalam perutku.
Saat menoleh sekitar aku melihat Chloe memperhatikanku dari tempat duduknya, sambil menyantap semangkok bakso.
“Ini anak kenapa sih? Dilihatin malah ngelak, gak lihatin malah lihat lagi. Aneh banget” Pikirku
Kembali dari kantin, aku menuju ke kelas tanpa memperhatikan teman-temanku yang sedang asik ngobrol di emperan kelas. Saat hendak terduduk, aku melihat suatu pita yang menjulur keluar dari laci mejaku. Aku menariknya dan ternyata itu adalah sebuah surat kecil berwarna merah dengan tulisan singkat namaku di surat tersebut. Aku pun membukanya
“Untuk H.
Mungkin ini waktunya aku untuk menyampaikan apa yang aku simpan selama ini. Aku memberanikan diri membuat surat kecil kepadamu, setelah aku terdorong semangat yang diberikan oleh teman-temanku. Kamu percaya dengan adanya cinta sejati? Kalau kamu percaya, mungkin kamu akan menemukan orang yang punya rasa cinta seperti itu kepadamu selama setahun lamanya. Kamu kenal denganku, orang yang sering memperhatikanmu selama ini, tanpa kamu sadari lamanya, sulitnya dan perjuanganku mencoba untuk mendapatkan perhatianmu.
C.”
Begitulah isi dari surat yang kubuka secara hati-hati dan kusimpan lagi dengan rapi dalam kantong celanaku. Aku berdiri dengan ambisi untuk mencari langsung orang yang mengirimkan surat ini kepadaku. Aku berjalan melewati lorong sekolah dan tiba di kelas 2-5, melihat wanita berambut pendek dengan pejepit rambut kuning di sisi kanannya.
“Hai, Chloe”
“Ha…i” Suara gugupnya saat aku duduk disebelahnya
“Makasih ya atas suratnya. Mungkin ini saatnya juga aku memperhatikan orang yang sudah lama suka kepadaku. Hanya satu yang aku tahu dan itu adalah kamu, Chloe”
“…”
“Aku percaya dengan adanya cinta sejati. Kamu juga percayakan dengan adanya cinta sejati?”
“Ya, aku percaya dengan hal itu”
“Kalau begitu, aku ingin membuktikan adanya cinta sejati itu dan aku harap kamu mau bersama denganku untuk membuktikannya”
Aku menunggu beberapa detik, hingga ia akhirnya menjawab harapanku dengan nada yang sedikit rendah dengan wajah merah sambil memandang buku tulis di mejanya.
“Iya, aku akan bersamamu untuk membuktikan”
Selama waktu berjalan kedepan, aku dan Chloe akan membuktikan adanya cinta sejati. Jika memang cinta sejati itu ada, maka Chloe adalah orangnya.
Semenjak itu aku menjadi sadar dengan diriku, bahwa aku memiliki pendirian yang egois, yang tidak peduli untuk mengetahui tentang seseorang yang telah mencintaiku selama setahun lamanya.
Aku pun menulis catatan kecil yang kubuat di kamarku yang sunyi dan kuhias dengan bingkai persegi kecilku. Catatan yang menggambarkan hebatnya seorang wanita bernama Chloe dan juga bingkai terakhir yang akan menutupi setiap inci dari dinding-dinding kamarku.
“Selama apapun, sesulit apapun, dan seberapa keras perjuanganmu. Untuk tetap percaya dan bertahan dengan apa yang kamu rasakan. Adanya cinta sejati, akan membuatmu mengerti untuk saling melengkapi satu sama lain. Akan kuingat selalu catatan kecilku ini di lubuk terdalam hatiku”