18 Oktober 2020
Kami bosan, kami resah, kami sadar bahwa kami salah jika harus berpendapat seperti ini namun, kami punya hak untuk menentukan, kami melihat dan kami mengamati, bahkan kami telah merasakannya, awalnya kami yakin bahwa semuanya akan berjalan dengan baik, seiring berjalannya waktu kami sadar dan lebih mengerti akan banyak hal di lingkungan kami sendiri.
Perlahan kami lemah, Rifqi keluar dimasa pengabdiannya, dengan alasan bahwa dia sudah merasa tidak cocok dan ingin membantu orangtuanya. Hal itu membuat kami kaget ya itu pasti bahkan kami bertanya 'mengapa bisa semudah itu?' baginya jika dia sudah memutuskan tidak ada yang bisa mencegahnya.
Perlahan kami goyah, Aal pun juga ikut keluar di masa pengabdiannya dengan alasan bahwa dia merasa tidak cocok dengan jalannya untuk menggapai masa depan atau impiannya yang sudah dia bangun, hal itu juga tentu saja membuat kami kaget, di saat dia sudah punya tanggungjawab dia dengan mudahnya memutuskan untuk pergi meninggalkannya, ya kami tahu dia juga punya hak atas dirinya.
Entahlah sudah dua orang teman kami yang keluar dimasa pengabdiannya, ada juga yang bertahan dengan tidak sabar menanti akan berlalunya 1 tahun. Kami sudah berpikir dewasa, kami menginginkan banyak hal yang akan digapai namun, semua itu terpendam oleh situasi dan keadaan yang mungkin belum waktunya. its okey kami akan menunggu waktunya tiba. Bismillah, kami menarik nafas dengan berat untuk memulai semuanya dengan baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar